in

Germas di Kaligondang, Bupati Purbalingga Apresiasi Inovasi Siber Murin

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, pada kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat se Wilayah Puskesmas Kaligondang dan Puskesmas Kalikajar di Lapangan Desa Selanegara, Jumat (24/11/2023). (Foto : purbalinggakab.go.id)

 

HALO PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) mengapresiasi inovasi Siber Murin (Siapkan Bersama Ibu Bersalin) dalam rangka menekan angka kematian bayi yang terjadi di wilayah Puskesmas Kaligondang dan Kalikajar.

Program ini sejalan dengan program Pemprov Jateng, bertajuk Jateng Gayeng Inceng Wong Meteng, yang diluncurkan 2016 silam, yakni pada era kepemimpinan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

“Implementasi program Jateng Gayeng Inceng Wong Meteng harus dilakukan di Kaligondang guna menurunkan angka kematian bayi dan mempertahankan angka kasus kematian ibu tetap nol kasus,” kata Bupati Purbalingga, pada kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat se Wilayah Puskesmas Kaligondang dan Puskesmas Kalikajar di Lapangan Desa Selanegara, Jumat (24/11/2023).

Bupati juga mengapresiasi kerja keras kader kesehatan di Kaligondang, yang telah mendukung seluruh program pemerintah di bidang kesehatan.

Di antaranya sukses menekan angka stunting di Puskesmas Kaligondang sebesar 6.3 persen dan di Puskesmas Kalikajar sebesar 7.5 persen.

“Semoga angka stunting di bawah 10 persen bisa terus dipertahankan,” kata Bupati, seperti dirilis purbalinggakab.go.id.

Kapuskesmas Kaligondang, Supriyadi menjelaskan hingga November 2023 angka kematian bayi di Puskesmas Kaligondang ada sebanyak 6 kasus sedangkan di Puskesmas Kalikajar ada 5 kasus.

Guna menurunkan angka kematian bayi, pihaknya melancarkan program Siber Murin. Tim ini, kata dia, terdiri atas dokter, bidan, tenaga promosi kesehatan, dan tenaga gizi.

“Tim ini turun ke rumah ibu hamil (bumil) untuk memastikan kesehatan bumil khususnya mereka yang masuk bumil resiko tinggi (risti), kehamilan trimester pertama, dan bumil trimester tiga yang belum mendapatkan pemeriksaan lengkap,” jelas Supriyadi.

Sedangkan untuk menekan angka stunting, baik Puskesmas Kaligondang dan Kalikajar, selama tiga bulan memberikan makanan tambahan yang ditujukan kepada balita gizi kurang, balita stunting, juga ditujukan kepada bumil Kurang Energi Kronis (KEK).

Gelaran Germas dua Puskesmas di Kecamatan Kaligondang dimeriahkan oleh sejumlah stan. Mulai dari stan pemeriksaan gratis, stan UMKM, dan stan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat). (HS-08)

Lepas Peserta Jalan Sehat, Pj Bupati Batang Minta ASN Cegah Gesekan Menjelang Pemilu

Gelar Pasar Murah, Pemkab Pemalang Siapkan 17 Ribu Paket Sembako