in

Gelar FGD Bahaya Jebakan Listrik untuk Basmi Tikus Sawah, Kapolres Blora Minta Petani Beralih ke Rubuha

 

HALO BLORA – Kapolres Blora, AKBP Fahrurozi mengajak petani untuk tak lagi menggunakan jebakan listrik untuk membasmi hama tikus, melainkan beralih menggunakan rumah burung hantu (rubuha).

Hal itu diungkapkan Kapolres Blora, dalam Focus Group Discussion (FGD) di aula Arya Guna Polres Blora, mengangkat topik Memahami Bahaya Memasang Jebakan Tikus Dengan Aliran Listrik di Wilayah Kabupaten Blora. FGD diikuti seluruh Forkompimda Blora, bersama stakeholder.

Selain para pejabat Forkompimda Blora, hadir pula perwakilan dari PLN, Forkopincam Cepu, Kradenan, Kedungtuban dan Randublatung dan perwakilan kepala desa di empat kecamatan tersebut, beserta perwakilan warga pengguna jebakan tikus.

Kapolres Blora mengatakan FGD ini digelar, karena setelah pihaknya menerima laporan ada beberapa warga di Blora bagian selatan, meninggal akibat tersengat listrik jebakan tikus.

“Kemarin kami sudah turun langsung untuk mengecek dan meninjau ke lokasi persawahan warga. Kami ambil random sampling di Kedungtuban. Kemarin kami diskusi bersama Forkopincam Kedungtuban dan perwakilan kepala desa. Kami berikan atensi khusus, karena hama tikus ini berhubungan langsung dengan ketahanan pangan,” kata Kapolres Blora, seperti dirilis blorakab.go.id.

Menurut dia, hama tikus memang sangat meresahkan warga, terutama di kawasan Blora selatan. Penggunaan jebakan tikus juga efektif dan instan. Namun demikian, risiko dan dampaknya juga besar, bahkan bisa menyebabkan warga celaka sampai kehilangan nyawa.

“Untuk itulah kita mencari solusi terbaik melalui FGD dan telah kita hadirkan Kepala Dinas Pertanian, Kepala PLN dan Forkopincam hingga Kepala Desa dan perwakilan warga,” lanjutnya.

Kapolres juga mengusulkan agar ke depan, digelar lomba gropyokan tikus, dengan tajuk “Kapolres Cup”.

“Ke depan saya usulkan untuk dilaksanakan lomba Gropyokan Tikus Kapolres Cup dalam rangka pengendalian hama tikus tingkat kabupaten, yaitu dengan sistem gropyokan tikus. Nanti siapa yang paling banyak, akan mendapat hadiah dan untuk panitianya adalah Forkopincam,” kata Kapolres Blora.

Kapolres juga menginisiasi agar warga mau beralih dari penggunaan jebakan tikus listrik kepada penggunaan rumah burung hantu (rubuha) dalam pengendalian hama tikus sawah. Karena di beberapa wilayah di desa Gondel Kedungtuban sudah efektif dalam menggunakan rubuha.

“Itu hanya sedikit cara, hari ini kita akan diskusikan lebih lanjut bagaimana untuk pengendalian hama tikus yang terbaik di kabupaten Blora,” kata Kapolres.

Senada dengan Kapolres, Bupati Blora Arief Rohman mendukung langkah yang sudah diambil oleh Kapolres Blora.

“Alhamdulilah kami merasa senang, Pak Kapolres ini luar biasa. Bahkan ikut terjun langsung ke lapangan. Terkait hama tikus ini kita akan berdiskusi dan mencari solusi yang baik dan ramah lingkungan,” beber Bupati Blora.

Bupati melanjutkan, setiap mendengar ada berita tentang warga meninggal karena jebakan tikus listrik di situlah muncul keprihatinan.

Karena itu Bupati sepakat agar petani tidak lagi menggunakan jebakan tikus pakai aliran listrik.

“Jangan sampai ada jatuh korban lagi. Sebagai alternatif penanganan hama tikus, akan kita tingkatkan kegiatan gropyokan tikus secara massal. Akan kita lombakan nanti bersama Pak Kapolres. Selain itu inovasi pendirian rumah burung hantu (Rubuha) juga akan kita lakukan di seluruh desa,” kata dia.

Dia mengakui ketahanan pangan adalah penting dan peran dari forkopincam serta kepala desa sangat diharapkan. Karena itu nantinya kelompok tani dan para petani selalu bersinergi.

Selain itu, lanjutnya, Dinas teknis akan diminta menyusun regulasi, sebagai dasar pendirian Rubuha agar bisa didukung dari anggaran desa, dan masyarakat tidak boleh memburu burung hantu.

Dikatakan, burung hantu merupakan predator alami tikus. Sehingga bisa ikut mengurangi populasi tikus di sawah. Seperti yang sudah dilakukan di Desa Gondel Kecamatan Kedungtuban.

“Mari Sesarengan mBangun Pertanian Blora yang sehat dan aman tanpa sengatan listrik di sawah,” kata dia. (HS-08).

Bupati Pati Janji Tak Akan Bawa Pulang Kursi Milik Pemda saat Purnatugas

Pemkot Pekalongan Santuni 245 Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa