in

Ganjar Turun Gunung, Ngantor di Balai Desa Gunungsari Kebumen

 

HALO KEBUMEN – Bagi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, bekerja bisa dilakukan di mana saja, termasuk di wilayah pegunungan. Itu pula yang dilakukan Ganjar Pranowo, ketika melakukan kunjungan kerja di Desa Gunungsari, Karanggayam, Kebumen.

Ketika itu dia harus mengikuti rapat secara virtual, yang dipimpin Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Padahal desa itu merupakan wilayah yang masih susah untuk dijangkau sinyal selular, termasuk untuk data internet.

Sekitar pukul 19.30 WIB, Ganjar berangkat dari rumah warga tempat dia beristirahat, menuju Balai Desa Gunungsari. Di balai desa itulah, akhirnya Ganjar bersama Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, sejumlah pejabat, dan perangkat desa, bisa menangkap sinyal dan mengikuti rapat.

Rapat membahas kesiapan daerah dalam menghadapi munculnya virus corona varian Omicron yang sedang merebak. Sejumlah daerah menyampaikan kesiapannya kepada Menko Marves Luhut B Pandjaitan.

“Kita semua diminta untuk waspada, terkait dengan omicron. Tadi didata satu persatu bupati seluruh Jawa yang merepresentasikan beberapa wilayah Jateng, Jatim, Jabar untuk siaga termasuk DKI tentu saja,” kata Ganjar, beberapa setelah rapat usai.

Ganjar mengatakan, Jawa Tengah tetap siaga meski pintu keluar masuk orang ke Pulau Jawa melalui Jawa Timur dan DKI Jakarta. Ganjar menegaskan upaya sosialisasi tak boleh kendor.

“Nggak usah panik dengan omicron. Tapi tolong prokes dijaga ketat dan ini selalu kita berikan evaluasi terus menerus,” katanya.

Kedua, kata Ganjar, percepatan vaksinasi. Sehingga daya tahan tubuh terjamin dan warga terproteksi dari dalam.

“Di Karanggayam dan di Kebumen ini, ternyata desanya keren. Bisa 86 persen vaksinnya, cukup bagus lah. Mereka mengejar itu dan menurut saya vaksinasi juga bagian yang musti kita percepat,” tegasnya.

Selain itu, Ganjar mengatakan jika sampai hari ini belum ditemukan varian Omicron di penambahan kasus covid-19 di Jateng.

“Nampak-nampaknya banyak yang terkena covid positif tapi belum kita temukan varian omicron, dengan alat WGS (Whole Genome Sequence-Red) kita, selalu melakukan testing terus menerus dan belum ketemu,” ujarnya.

Pengawasan Umrah

Dalam rapat, Ganjar juga sempat menyampaikan kepada forum terkait pelaksanaan ibadah umroh yang akan kembali digelar oleh Kementerian Agama. Musababnya, varian Omicron seringkali ditemukan dari pelaku perjalanan luar negeri.

“Saya usul karena banyak yang akan keluar masuk indonesia apalagi yang ke luar negeri, betul-betul nanti yang umroh ini kita kawal. Sehingga mereka ketika berangkat pulangpun tetap sehat, itu trafic yang menurut saya mesti diwaspadai bersama,” tandasnya. (HS-08)

Perkuat Lini Belakang, PSIS Tambah Satu Kiper

Jaga Ketertiban Lalu Lintas, Polda Jateng Razia Knalpot Brong