in

Gali Potensi Akademik, 135 Siswa Berkebutuhan Khusus di Kebumen Ikuti Asesmen di RSUD Dr Soedirman

Dokter di RSUD Dr Soedirman melakukan asesmen pada peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) tingkat SMP di Kabupaten Kebumen. (Foto : kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Sejumlah peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) tingkat SMP di wilayah Kabupaten Kebumen, menjalani asesmen di RSUD Prembun dan RSUD Dr Soedirman.

Asesmen ini untuk mengetahui kondisi atau kemampuan peserta didik dalam pencapaian perkembangan secara akademik dan psikologi.

Kepala Disdikpora Kabupaten Kebumen, Yanie Giat Setyawan, saat meninjau pelaksanaan asesmen di RSUD Prembun, baru-baru ini mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, bekerja sama dengan RSUD.

Peserta yang ikut merupakan hasil pendataan dari satuan pendidikan. Tahun ini ada 135 siswa yang mengikuti asesmen dari total 251 siswa PDBK.

“Asesmen PDBK ini untuk pmengetahui potensi dan kelemahan individu sehingga dapat diidentifikasi kebutuhan dari hal yang dikuasai dan yang belum dikuasai baik dalam aspek pembelajaran atau aspek perkembangan,” ujar Yanie, seperti dirilis kebumenkab.go.id.

Yanie menyebut memang tidak semua siswa PDBK mengikuti asesmen ini, karena pembiayaan yang terbatas.

Karenanya, asesmen ini akan dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan siswa yang membutuhkan perhatian ekstra. “Asesmen dilakukan secara bertahap,” tuturnya.

Di tempat yang sama, dokter Singgih Priambodo dari RSUD Prembun, mengatakan  dalam asesmen ini, pihaknya melakukan beberapa pemeriksaan, mata, mulut, telinga, jantung, dan paru-paru.

Selain itu juga kemampuan membaca, menulis, dan kesulitan-kesulitan siswa saat berada di sekolah.

“Dari hasil pemeriksaan tadi memang ada beberapa anak yang membutuhkan bimbingan belajar yang intens, karena setiap anak memiliki kemampuan daya serap yang berbeda. Ada juga beberapa yang daya ingatnya masih lemah, jadi butuh pendampingan yang ekstra, bukan hanya di sekolah, tapi juga di lingkungan keluarga,” ujar Singgih.

Sementara itu, Yulia Tri Haryati Psikolog RSUD Prembun menyampaikan asesmen ini dilaksanakan untuk mengatahui potensi akademik, sosial personal, dan devisit yang dimiliki setiap anak.

“Jadi tadi itu ada tes intelegensia, gaya belajar dan kepribadian,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan psikologi, ada beberapa anak yang masih belum bisa membaca atau menulis.

Lalu ada juga beberapa siswa yang merasa sangat lemah dalam mengikuti satu atau dua mata pelajaran, seperti matematika, bahasa Inggris, sehingga butuh pendampingan ekstra.

“Dari asesmen ini nantinya kita akan memberikan rekomendasi yang dapat orang tua lakukan demi pencapaian perkembangan anak. Termasuk kepada guru, bagaimana membuat metode yang efektif dalam menerapkan proses pembelajaran terhadap ABK sesuai dengan kesulitan yang dihadapi anak,” kata dia. (HS-08)

Melalui Mie Keriting, Pemkab Kebumen Kembali Raih Top Inovasi Pelayanan Publik

Pemkab Cilacap Terima Penghargaan Penyelenggara Inovasi Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian PANRB