HALO SEMARANG – Indonesia terlibat langsung dalam upaya perdamaian Gaza dengan bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace Charter, yang didirikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Penandatanganan piagam Board of Peace Charter oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dilaksanakan di Davos, Swiss, beberapa waktu lalu.
“Ini kesempatan bersejarah untuk mencapai perdamaian di Gaza,” kata Presiden Prabowo Subianto, belum lama ini, seperti dirilis kemenag.go.id.
Penandatanganan piagam tersebut menandai dimulainya operasional Board of Peace, sebagai badan internasional baru, yang dibentuk untuk mengawal proses transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.
Keikutsertaan Indonesia menempatkan negara ini dalam struktur global yang menangani pemulihan wilayah konflik secara terkoordinasi.
Board of Peace bertugas mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, stabilisasi keamanan, serta rekonstruksi infrastruktur dan tata kelola sipil Gaza pada masa transisi.
Badan internasional ini diarahkan untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai hukum internasional dan resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sejalan dengan langkah tersebut, Kementerian Agama selama ini menjalankan penguatan nilai perdamaian melalui program kerukunan umat beragama, dialog lintas iman, serta diplomasi keagamaan di berbagai forum.
Upaya ini diarahkan untuk menumbuhkan etika publik yang menolak kekerasan, melindungi warga sipil, dan mendorong penyelesaian konflik secara damai, termasuk dalam konteks Palestina.
Bagi Indonesia, keterlibatan dalam Board of Peace memiliki arti strategis untuk menjaga agar proses transisi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara dan tidak berkembang menjadi pengaturan permanen yang mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.
Partisipasi ini juga sejalan dengan dukungan Indonesia terhadap perlindungan warga sipil dan pembukaan akses kemanusiaan.
Melalui forum tersebut, Indonesia akan menyuarakan posisi terkait penghentian kekerasan, pemulihan tata kelola sipil Palestina, serta rekonstruksi pascakonflik yang berkeadilan.
Kehadiran Indonesia diharapkan berkontribusi pada terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut. (HS-08)


