HALO BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora akan terus menata Pasar Sido Makmur, agar konsumen atau pembeli merasa aman dan nyaman ketika belanja.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Kiswoyo, di sela-sela peluncuran Gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) belanja ke Pasar Tradisional, oleh Bupati Blora, Arief Rohman, di halaman Pasar Sido Makmur Blora.
Dia pun kemudian menyampaikan sejumlah perkembangan penataan, termasuk parkir dan keamanan.
“Untuk parkir, alhamdulilah sekarang sudah berlaku e parkir. Keamanan dan kenyamanan parkir sudah banyak berubah,” kata dia, seperti dirilis blorakab.go.id.
Dia juga mengatakan sebelum Lebaran 2026 nanti, pihaknya akan menambah dua pintu keluar, agar antrean tidak terlalu panjang.
“Kemarin saat peresmian masih 30 persen yang pakai e-money, 70 persen kupon manual. Selanjutnya kita tingkatkan 50:50, semoga ke depan bisa 70:30 agar semakin sedikit transaksi tunainya,” terang Kiswoyo.
Di bidang kebersihan, termasuk pengelolaan toilet umumnya, kini telah menggunakan tenaga outsourcing.
“Jika dulu ke toilet bayar, sekarang gratis dan kebersihannya terjaga oleh petugas kebersihan dari outsourcing,” kata dia.
Dia pun meminta agar jika ada yang kurang baik, maka dapat dilaporkan kepada pengelola pasar, kami dapat dievaluasi.
“Terima kasih Pak Bupati dan Pak Sekda atas peluncuran gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional ini. Selain membantu nglarisi pedagang, juga membantu peningkatan PAD dari sisi parkir,” tambahnya.
Sementara itu, peluncuran gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional, dilakukan oleh Bupati Blora, Arief Rohman setelah senam pagi bersama. Ikut pula dalam kegiatan itu, sejumlah pejabat Pemkab Blora, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blora, seluruh Kepala OPD dan seluruh ASN.
Dalam kesempatan itu, Bupati Blora menyampaikan bahwa gerakan ini sebagai wujud dukungan pemerintah untuk meningkatkan geliat perputaran ekonomi di pasar tradisional.
“Kami imbau ASN untuk belanja ke pasar tradisional terdekat. Terima kasih Pak Sekda atas inovasinya,” kata Bupati, seperti dirilis blorakab.go.id.
Menurut dia, gerakan belanja ini agar pasar tradisional di Kabupaten Blora semakin ramai.
Dia mengandaikan jumlah ASN Blora sebanyak 11.000 orang. Jika seorang ASN setiap hari belanja Rp 50 ribu ke pasar tradisional, maka akan ada perputaran uang, minimal sebesar Rp 550 juta pada hari itu.
“Perekonomian pasar akan lebih hidup. Kita akan ajak juga PKK dan Dharma Wanita, akan kita gilir di pasar pasar lainnya,” kata Bupati.
Sementara itu, Sekda Komang Gede Irawadi, menyampaikan bahwa gerakan ini sebagai wujud syukur ASN untuk membantu para pedagang kecil yang ada di pasar tradisional.
“Di tengah kondisi ekonomi daerah yang tidak pasti ini. Alhamdulillah Pak Bupati tidak memotong TPP ASN, sedangkan daerah lain banyak yang dipotong,” kata dia.
Menurut dia, sebagai wujud syukur, dia mengajak ASN untuk belanja ke pasar tradisional, agar ekonomi pedagang juga ikut terbantu.
“Kalau ibu ibu belanja Rp 100 ribu, ya bapak bapaknya sekitar Rp 50 ribuan. Kalau saja ada 1000 orang ASN yang belanja, bisa Rp100 juta lebih. Bisa membantu ekonomi pedagang kira. Apalagi sebentar lagi bulan Ramadhan,” ungkap Sekda Komang. (HS-08)


