HALO KENDAL – Dorongan kepada anak yatim untuk menekuni olahraga, supaya menjadi atlet berprestasi, bisa menjadi langkah positif untuk mengembangkan potensi, juga meningkatkan kesejahteraan, dan memberikan harapan masa depannya.
Hal itu diungkapkan, Ibnu Fikri, selaku Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kendal beberapa waktu lalu, dalam acara Santunan Anak Yatim yang dikemas dalam Gebyar 10 Muharram 1447 Hijriah oleh Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah, di Bumi Jabal, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.
Menurut Dosen UIN Walisongo Semarang tersebut, atlet panjat tebing, adalah salah satu atlet yang punya potensi keberanian yang tinggi. Karena berusaha naik menuju ke puncak dengan penuh risiko.
“Nah disitulah, jika kita memberikan semangat kepada anak-anak, termasuk yatim piatu ini bisa menjadi atlet panjat tebing, maka dalam menghadapi dunia yang global nantinya, itu akan lebih mudah, dan bisa menyelesaikan persoalan-persoalan,” ungkapnya.
Sedikitnya 125 anak yatim binaan yayasan bersama wali pendamping, menikmati aneka kuliner atau jajanan gratis yang disediakan 50-an pedagang dari total sekitar 100 anggota yang tergabung dalam komunitas pedagang Cah Sobo Sekolahan (CSS).
Masing-masing anak yatim bukan sekadar menerima santunan uang Rp 200 ribu plus bingkisan paket sembako senilai Rp 150 ribu, tapi juga mendapatkan pangkas rambut gratis yang disediakan barbershop asal Kabupaten Pemalang, yang belum lama buka cabang di bilangan Sekopek, Sarirejo-Kaliwungu.
Seksi Keagamaan CSS Murohibin mengungkapkan, penyediaan jajanan gratis bagi anak-anak yatim sudah menjadi komitmen bersama Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah sejak beberapa tahun silam.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian pada anak yatim, sejalan dengan semboyan CSS, yang bersekretariat di Kampung Nolokerten, Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, yaitu Dari Kita, Untuk Kita, Kembali ke Kita,” ujarnya.
Salah seorang pedagang, Amanda Gita mengaku senang, ketika dirinya bisa turut berbagi dan membahagiakan anak-anak yatim.
Bersama dua rekannya, remaja dari Kampung Jambetsari, Desa Krajankulon-Kaliwungu itu tampak antusias ketika anak-anak yatim binaan menyerbu kue mochi gratis buatannya hingga ludes.
Sedangkan Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah, KH Ali Nurudin menegaskan, semangat menyantuni anak yatim jangan sampai berhenti. Karena menurutnya, itu adalah sebuah perjuangan dan jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
“Mari kita sengkuyung bersama jangan sampai kendor. Kita didik bersama anak-anak yatim ini dengan penuh keikhlasan dan ketulusan. Supaya kelangsungan arah masa depan menjadi lebih baik,” ungkap Ustaz Ali sapaan akrabnya. (HS-06)