HALO KENDAL – Ditandai dengan pemukulan bedug dan menyalakan kembang api, Syawalan Fest 2025 resmi dibuka beberapa waktu lalu oleh Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaliwungu.
Usai membuka Syawalan Fest, Benny mengapresiasi kegiatan yang digelar sebagai nguri-nguri budaya tradisi yang sudah berjalan turun-temurun.
“Tradisi syawalan di Kaliwungu adalah kegiatan yang besar. Sebagai pemerintah daerah kami mengapresiasi dan berharap kegiatan semakin besar dan lebih bagus. Kami nanti matur Ibu Bupati supaya pemda bisa mensupport,” ujar Wabup yang juga sebagai A’wan Syuriyah PCNU Kendal.
Benny juga berharap tradisi syawalan bukan hanya menjadi kalender kegiatan saja, tetapi sebagai salah satu ikon yang dapat menghidupkan Kendal, yaitu melalui wisata religi.
“Syawalan di Kaliwungu memiliki kekhasan karena diisi dengan ziarah makam para wali. Ini harus terus dijaga karena merupakan tradisi santri yang sarat nilai. Jangan sampai tergerus oleh hiburan modern dan pengaruh negatif seperti miras di sekitar komplek makam,” jelas Wabup.
Namun Benny meminta di sekitar kompleks Makam Jabal Kaliwungu, supaya lebih ditertibkan. Terutama dari usaha karaoke dan jualan minuman keras (miras) yang ada di sekitarnya.
“Insya-Allah Pemda akan support, nanti kami akan matur Ibu Bupati juga. Karena ini adalah ikon Kabupaten Kendal. Dan nanti beberapa desa di Kaliwungu akan kita tetapkan sebagai desa religi,” tandas Wabup meyakinkan.
Pembukaan dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal Achmad Ircham Chalid, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Aris Irwanto, Forkopimcam Kaliwungu, serta tokoh masyarakat dan agama di Kaliwungu.
Sementara Pengasuh Ponpes APIK, KH Sholahudin Humaidillah menjelaskan keterkaitan sejarah Kaliwungu dengan Kasunanan Surakarta. Dirinya menyebut, keberadaan makam-makam kuno menjadi bukti bahwa tradisi ziarah ini telah mengakar kuat sejak lama.
“Syawalan bukan hanya haul Kyai Asy’ari atau Kyai Guru, tetapi juga menjadi bagian dari budaya ziarah masyarakat Pantura, khususnya di Kaliwungu,” ungkap Kiai Sholahidin, yang juga menjabat sebagai Mustasyar PWNU Jawa Tengah.
Pada kesempatan itu, Kepala Disporapar, Achmad Ircham Chalid juga mendukung dan mengapresiasi terselenggaranya Syawalan Fest 2025 di Kaliwungu.
“Tradisi syawalan merupakan salah satu event wisata, khususnya wisata religi. Sehingga patut ditetapkan dalam kalender event di Kendal, yang membersamai event-event lain dalam satu tahun,” ujarnya. (HS-06)