HALO KENDAL – Dua atlet panahan Kendal berhasil menyumbang enam medali untuk Jawa Tengah di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior MilkLife Archery Challenge, di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, 27 Juni – 5 Juli 2025.
Hal itu disampaikan Hadi Nugroho, selaku pengurus KONI Kendal, Bidang Pendidikan dan Penataran, Sabtu (5/7/2025). Enam medali yaitu, dua emas, dua perak dan dua perunggu.
Dijelaskan, untuk atlet Yudhistiro Wijoyo Wiratmoko meraih dua emas, dua perak dan satu perunggu, kemudian atlet Nuriy Zazihah Kiasatina meraih satu medali perunggu.
“Medali emas diraih Yudhistiro di sesi compound U-18 putra dan di nomor beregu compound U-18 Putra. Kemudian medali perak diraih sesi 2 compound U-18 putra dan eliminasi Individu compound U-18 putra. Untuk medali perunggu diraih di mixed tim compound U-18,” bebernya.
“Sedangkan Nuriy Zazihah Kiasatin meraih medali perunggu di sesi compound U-15 beregu putri,” imbuh Hadi.
Sementara Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Kendal, Sulistyo Aribowo mengaku bangga dengan perolehan medali dua atletnya tersebut, yang telah menyumbangkan enam medali untuk Jawa Tengah.
“Alhamdulillah, tentunya ini sebuah kabar yang menggembirakan. Di mana atlet kita bisa meraih medali dua emas, dua perak dan satu perunggu untuk Jawa Tengah di Kejuaraan Panahan Junior MilkLife Archery Challenge. Semoga bisa menjadi motivasi penyemangat babak kualifikasi dan porprov,” ungkapnya.
Ari menyebut, Kejurnas Panahan Junior MilkLife Archery Challenge yang dikhususkan bagi atlet panahan junior nasional, kali ini diikuti 876 atlet dari 28 provinsi di tanah air.
Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani), Arsjad Rasjid, mengatakan, setelah 29 tahun, Jateng kembali menjadi tuan rumah kejurnas panahan. Menurutnya, kejurnas panahan junior itu, menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan.
Ia memaparkan, pada kejurnas panahan junior tahun ini, diselenggarakan dengan empat kategori usia, yakni U-18, U-15, U-13, dan U-10. Dirinya menegaskan, khusus kategori terakhir, baru disematkan pada kejurnas di Jateng 2025.
“Kejurnas panahan junior kali ini menjadi yang terbesar dan terlengkap dari segi kelompok umur. Bahkan ada nomor di bawah usia 10 tahun. Ini bisa membangun ekosistem pembinaan nasional,” ujar Arsjad Rasjid.
Lebih lanjut secara keseluruhan, terdapat 442 atlet yang bertanding di divisi Standar Nasional, 221 atlet di divisi Recurve, dan 213 atlet di divisi Compound.
“Kejurnas Panahan Junior MilkLife Archery Challenge bagian dari kolaborasi PB Pertani dan Bhakti Olahraga Djarum. Untuk pertama kalinya nanti ada juara umum, dan mendapatkan piala, serta uang pembinaan,” imbuh Arsjad Rasjid. (HS-06)