in

Dosen FTP USM Latih Pengemasan Pada Kelompok Wanita Tani di Patean Kendal

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan kepada Kelompok Wanita Tani CERIA di Kecamatan Patean Kabupaten Kendal pada Jumat (28/5/2021).

 

HALO SEMARANG – Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan kepada Kelompok Wanita Tani CERIA di Kecamatan Patean Kabupaten Kendal pada Jumat (28/5/2021).

Pelatihan itu diberikan langsung oleh dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian, di antaranya Ir Elly Yuniarti Sani, MSi, Ika Fitriana, STP, MSc dan Dr Ir Rohadi, MP.

Kelompok tani yang beranggotakan ibu-ibu tersebut diberikan pelatihan tentang pengemasan hasil olahan yang menggunakan buah dan sayuran. Yaitu mi kering, stik dan kudapan sesuai dengan karakteristik sifat fisiknya.

Menurut Elly salah satu dosen yang memberikan pelatihan, sayuran, buah-buahan, hasil ternak dan ikan termasuk komoditi pertanian rentan rusak dan membusuk yang diakibatkan oleh mikroorganisme seperti jamur, bakteri, dan yeast.

“Kerusakan akibat kekeringan, perubahan kimiawi dan biokimiawi yang berlanjut terjadi perubahan sifat fisik yang mengakibatkan kemunduran mutu, sehingga diperlukan perlakuan awal sayuran dan buah-buahan sebelum pengolahan seperti pengaturan kelembaban udara selama transportasi dan distribusi sayuran dan buah-buahan,” ungkapnya.

Sementara itu, dosen Fakultas Teknologi Pertanian lainnya,Ika Fitriana menyampaikan, pengemasan produk yang dimiliki Kelompok Wanita Tani CERIA harus diperhatikan.

Sebab, kelompok tani itu memiliki produk unggulan, yaitu mi pelangi yang berbahan baku buah naga, cabai, tomat untuk warna merah, caisin, daun kelor, bayam hijau untuk warga hijau, dan wortel untuk warna kuning.

“Bentuk kemasan meliputi silinder, kotak, kubus maupun persegi panjang dan pipih, berbahan plastik, kemasan laminasi (alumuniun foil, kertas serta plastik) baik sebagai kemasan primer, sekunder dan tertier serta kemasan yang berupa tas yang selaras dengan merek yang digunakan,” ungkap Ika.

Menurut Ika, pengemasan merupakan salah satu faktor yang penting dalam memasarkan suatu produk makanan yang berkaitan dengan nilai jual suatu produk. Melalui kemasan, pelanggan akan mempertimbangkan rasa dan harga produk makanan tersebut.

Dijelaskan Rohadi dosen yang memberikan pelatihan lainnya, pemberian materi dasar digunakan untuk memilih kemasan yang sesuai dengan komoditas.

“Pelaku usaha bidang pangan harus memahami prinsip-prinsip agar tercapai tujuan pengemasan, yaitu penguasaan karakteristik bahan yang hendak dikemas, penguasaan karakteristik bahan pengemas, penguasaan prosedur atau tatacara pengemasan, dan penguasaan tata kelola pasca barang terkemas,” ungkap Rohadi.

“Pelaku usaha harus cerdas dalam mengenali produk dan memilih bahan pengemas yang tepat. Sukses pengemasan adalah bilamana konsumen terakhir menerima barang terkenas masih dalam kondisi layak mutu. Pengemas plastik polipropilen laminasi vakum dipakai untuk mengemas makanan semi basah berminyak, makanan mengandung protein tinggi sangat rentan kerusakan karena mikrobia dan oksidasi,” tambahnya.

Menurut Rohadi, bentuk pengemasan harus sesuai dengan bahan yang digunakan, misalnya menggunakan plastik polipropilen dengan ketebalan 60-80 mikrometer, serta mengkombinasi metode pemvakuman dan penyimpanan pada suhu rendah cukup efektif. Tujuannya untuk memperpanjang umur simpan produk semi basah dan berminyak.

“Yang tidak kalah penting proses penyegelan kemasan yang baik dan tepat akan menjaga umur simpan produk menjadi lenih lama,” tutupnya.(HS)

Gitaris Slank Jadi Komisaris PT Telkom

Pelayanan Publik Rendah, Ombudsman RI Minta Kepolisian Di Jawa Tengah Tingkatkan Kualitas