in

DLH Kirim Sample Limbah Misterius ke Laboratorium Sucofindo Kaligawe

Kepala Satpol PP, Fajar Purwoto bersama Kepolisian dan DLH Kota Semarang menunjukkan limbah misterius di Karangsari, Kelurahan Wonosari,  Ngaliyan, Jumat (12/7/2019).

HALO SEMARANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, setidaknya harus menunggu kurang lebih 14 hari ke depan untuk mengetahui lebih jelas terkait karakteristik limbah misterius yang diduga mengandung bahan berbahaya beracun (B3) yang ditemukan Satpol Kota Semarang di bantaran Banjir Kanal Barat (BKB).

“Masih nunggu 14 hari untuk proses tes kandungan B3 atau bukan. Samplenya yang diambil sebanyak satu kaleng biskuit dan sudah kami kirimkan ke laboratorium sucofindo untuk diketahui kandungan karakteristik limbahnya itu,” terang staf Bidang IV, Penanganan Lingkungan Sekitar (DLH) Kota Semarang, Agus Sumartono, Jumat (12/7/2019).

Ditambahkan Agus, di laboratorium milik DLH hanya meneliti kandungan kualitas air dan udara.

“Untuk jenis apa limbah yang ditemukan tersebut secara kasat mata, belum bisa kami simpulkan. Karena banyak hal yang menyerupai karakteristik limbah seperti ini,” katanya.

Adapun limbah misterius mirip yang ditemukan di bantaran Banjir Kanal Barat (BKB), beberapa waktu lalu kembali ditemukan di lahan kosong dan sebuah gudang kawasan RT 9 RW 10, Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, atau berdekatan dengan kantor PPP Provinsi Jawa Tengah, Jumat (12/7/2019).

Sugiri salah satu warga mengatakan, limbah tersebut sudah berada di wilayahnya sekitar dua minggu. Dia menduga limbah tersebut dari daerah tetangga yang sengaja dibuang di tempat itu.

“Saya tidak bilang limbah ini berbahaya atau tidak, tapi keberadaannya mengganggu warga sekitar karena aromanya tidak enak,” ujarnya.

Gudang yang digunakan untuk menyimpan limbah itu diminta disegel pihak berwajib. Dia meminta agar keberadaan limbah tersebut segera dihilangkan dari wilayahnya.

“Karena baunya mengganggu masyarakat sekitar karena lokasinya dekat dengan permukiman warga,” imbuhnya.

Kapolsek Ngaliyan, AKP R Yustinus menerangkan, pihaknya akan mensterilkan wilayah tersebut. Kemudian pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang limbah misterius tersebut.

“Jika itu memang limbah berbahaya dan mencemari lingkungan kami akan lakukan upaya hukum sesuai dengan ketentuan yang ada. Tapi tentunya kami tunggu dulu hasil laboratorium limbah tersebut, penyelidikan berbasis ilmiah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menerangkan, limbah tersebut memang mirip yang ditemukan di bantaran Banjirkanal Barat (BKB). Pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat soal limbah tersebut yang ternyata jumlahnya sangat banyak.

Dia menegaskan limbah tersebut bukan berasal dari Kota Semarang. Pihaknya berharap ada informasi dari masyarakat sehingga cepat ditemukan pelakunya.


“Pembuangan limbah ini ada unsur kesengajaan, jadi kami akan limpahkan ke pihak kepolisian. Ini ada indikasi seperti jaringan jadi perlu diselidiki lebih lanjut,” tandasnya.(HS)

Konon Inilah Lift Tertua di Indonesia, Ternyata Ada di Kota Lama Semarang

Warga Tionghoa Semarang Ikut Sayangkan Viral Masalah “Pelarangan” HUT di Klenteng Tuban