in

Ditunjuk Mewakili Jateng, Sanggar Nyi Pandasari Gelar Pertunjukan “Tedak Siten”

Suasana pertujukan Seni dan Inklusifitas yang digelar oleh Sanggar Nyi Pandansari, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Sanggar Nyi Pandansari ditunjuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam Pekan Kebudayaan Nasional 2023, baru-baru ini.

Dengan konsep Laku Hidup, Sanggar Nyi Pandansari menampilkan karya seni dan inklusifitas yang berjudul ‘Tedak Siten’, dengan menggandeng dari kalangan anak – anak, remaja, juga berkolaborasi dengan SLB Insan Tiara Bangsa.

Ketua Sanggar Nyi Pandansari, Septa Adya Anoraga menjelaskan, Tedak Siten merupakan proses awal seorang bayi atau anak untuk turun ke bumi atau menginjakkan kaki ke bumi sebagai proses mereka beranjak dewasa.

“Tata cara dari adat Tedak Siten kita tuangkan dalam bentuk koreografi tarian, yang dimainkan oleh anak – anak dan remaja, selain itu juga dikolaborasi dengan anak – anak disabilitas dari SLB Insan Tiara Bangsa,” terangnya, Selasa (3/10/2023).

Bung Septa sapaan akrabnya mengatakan, tema Tedak Siten dipilih karena prosesi adat ini memang kusus diperuntukkan untuk anak – anak. Dalam melatih anak – anak disabilitas ini, pihaknya tidak mengalami kesulitan.

“Tedak Siten ini merupakan bagian prosesi adat yang memang khusus untuk anak – anak, makanya kita memakai tema tersebut, juga belum ada yang mengangkat sebagai pertunjukan koreografi. Dalam proses melatih anak – anak disabilitas aman, tidak ada terkendala, mereka bisa mengikuti dengan baik,” katanya.

Dirinya juga menyampaikan, tujuan utama dalam pagelaran ini, untuk memproses anak normal dan anak disabilitas yang dikolaborasikan untuk menampilkan karya seni tari dan inklusifitas.

“Sebenarnya mereka tidak ada bedanya, mereka punya semangat, punya kemampuan yang seharusnya kita olah lagi, kemampuan mereka pun sama dengan anak normal, jadi pada intinya kita ingin berproses secara menyenangkan, ingin membuat mereka bangga dengan kekurangan mereka, kekurangannya mereka menjadi suatu kelebihan untuk mereka, lebih bangga terhadap mereka sendri dan tentunya orang tua,” paparnya.

Dia menambahkan, pelestarian budaya dalam seni tari sudah jarang dijumpai. Dirinya berharap generasi muda dapat menciptakan karya yang mengikuti zaman. Menurutnya tari dapat dikolaborasikan dengan bidang apapun.

“Tari itu ada di dalam kehidupan kita, melakukan aktivitas sehari-hari juga bagian dari tari, hanya saja di dalam pertunjukkan dikemas dalam bentuk cerita. Kami berharap generasi muda dapat menciptakan karya yang mengikuti zaman, tentunya dengan menyisipkan tradisi ke dalam karya tersebut. Karya seni tari dapat dikolaborasikan satu dengan yang lain dalam bidang apapun, seperti musik, teatrikal, sejarah, tradisi maupun kepercayaan,” pungkasnya. (HS-06)

 

Kasat Lantas Polres Brebes Berikan Penghargaan pada Anggota Berprestasi

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang Gencarkan Perbaikan Drainase