HALO SEMARANG – Walaupun Pemerintah Pusat telah menyiapkan 1,2 milliar liter minyak goreng bersubsidi untuk seluruh Indonesia, namun untuk Jawa Tengah, hingga hari ini belum mendapatkan kepastian kuota.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo, Kamis (13/1/2022), mengatakan pekan ini pihaknya belum mendapat informasi jumlah yang digelontorkan.
“Karena itu (kuota minyak subsidi) Insya Allah awal minggu depan akan digelontorkan dari pusat,” kata Sambodo.
Adapun untuk penyalurannya kelak, dia mengatakan minyak goreng bersubsidi tersebut akan dijual seperti biasa, yakni Rp 14 ribu per liter.
“Baik di pasar ritel, moderen dan dijual seperti biasa. Yaitu Rp 14 ribu per liter,” jelas Sambodo.
Sementara itu upaya lain yang dilakukan untuk menstabilkan harga minyak goreng, antara lain dengan operasi pasar secara menyeluruh, di setiap kabupaten dan kota. Operasi pasar demikian, sudah selesai dilaksanakan, Senin (10/1/2022) lalu.
“Itu sudah selesai Senin kemarin. Semoga ada tahap lanjutan. Ini kami sedang berusaha. Meski subsidi ada, tetapi kalau ada kuota operasi pasar, akan kami laksanakan juga,” imbuh Sambodo.
Diberitakan sebelumnya, salah satu pedagang minyak goreng, Siti sumiyati (55), merasa senang dengan adanya langkah dari pemerintah mengenai minyak subsidi itu.
Bahkan, sebagian pedagang lain mengaku tidak sabar dengan program tersebut.
Meski demikian, Disperindag Provinsi Jawa Tengah mengimbau kepada masyarakat atau pedagang agar tidak menimbun atau menjual lebih tinggi harga minyak subsidi itu.
Masyarakat harus bisa memanfaatkan program dari pemerintah dengan sebaik-baiknya.
“Bila adanya minyak bersubsidi, masyarakat tidak melakukan penimbunan, apalagi hal itu dilakukan untuk meningkatkan harga minyak di pasaran. lebih baik masyarakat bisa memanfaatkan hal ini dengan bijak,” kata Arif (HS)