in

Disparbud Wonosobo Bakal Kembangkan Wisata Religi

Acara penandatanganan nota kesepahaman kerja sama pariwisata, oleh Kantor Kementerian Agama Wonosobo, dengan Disparbud dan Dinas Arpusda, baru-baru ini di Ruang Rapat Pendopo Bupati. (Foto : wonosobokab.go.id)

 

HALO WONOSOBO –  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, akan mengembangkan wisata di Dusun Gedongan, Tegalgot, Sapuran. Pengembangan dilakukan karena di kawasan tersebut terdapat situs makam sesepuh atau tokoh besar, yang berpotensi menjadi desa wisata religi percontohan.

Hal itu disampaikan Kepala Disparbud Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, terkait penandatanganan nota kesepahaman kerja sama pariwisata, oleh Kantor Kementerian Agama Wonosobo, dengan Disparbud dan Dinas Arpusda, baru-baru ini di Ruang Rapat Pendopo Bupati..

Menurut Agus, pihaknya akan secara bertahap membuat road map, selama lebih kurang 5 tahun, mulai dari penggalian sejarah secara utuh, tradisinya, sampai atraksi budaya.

Untuk itu, 17 subsektor pengembangan ekonomi kreatif lokal, juga akan digerakkan, agar masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung.

Dengan prioritas utama,  menaikkan status desa menjadi desa rintisan supaya berkembang, maju, dan mandiri.

Sebagai agen penggerak, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) juga didorong mampu mewujudkan 7 Sapta Pesona agar wisatawan memiliki keinginan untuk kembali lagi, serta aspek accessibility dan amenity yang lengkap.

“Pokdarwis kita dorong untuk menciptakan Sapta Pesona agar wisatawan kembali lagi, juga pengembangan wisata religi menjadi pelengkap untuk wisatawan yang berkunjung dengan ciptakan trip wisata religi yang banyak dan menarik,” kata dia, seperti dirilis wonosobokab.go.id.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat dalam arahannya, mengatakan potensi wisata Wonosobo sangat luar biasa.

Maka dari itu Pemkab akan terus bebenah dan memperbaiki semua sarana dan prasarana pendukung secara maksimal.

“Mengingat potensi wisata di Wonosobo sangatlah besar, maka Pemkab akan secara maksimal mengembangkan dan mengelolanya, salahsatunya dengan memperbaiki fasilitas yang ada,” ujarnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Wonosobo, Ahmad Farid, mengatakan Wonosobo memiliki potensi wisata religi yang luar biasa.

“Potensi luar biasa ini perlu dikelola sedemikian rupa menjadi potensi wisata yang menjanjikan, sehingga perlu dieksplorasi lebih luas lagi menjadi golden opportunity  ekosistem wisata religi,” kata dia.

Menurut Farid, pengembangan wisata religi sejalan dengan program pemerintah kabupaten, yaitu menjadikan Wonosobo sebagai kota tujuan wisata.

Sehingga bukti peninggalan sejarah yang terbengkalai akan dilakukan pengkajian kembali oleh Dinas Arpusda.

Selanjutnya akan digitalisasi agar kemanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Bukti peninggalan sejarah yang terbengkalai akan dilakukan pengkajian kembali oleh Dinas Arpusda melalui digitalisasi agar kemanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat dan terus dikembangkan oleh generasi masa kini,” kata dia.

Selain itu dia juga memandang perlu adanya sinergitas antarlembaga terkait, agar pengembangan wisata religi bisa terkelola secara optimal dan berkesinambungan. (HS-08)

TP PKK Boyolali Kenalkan Jajanan Pasar Non Terigu Melalui Lomba

Pemkot Pekalongan Usulkan 117 Formasi PPPK Guru Tahun 2022