in

Disdikbud Jateng Bakal Sosialisasikan Kurikulum Prototipe ke Sekolah

 

HALO SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), baru akan menerapkan kurikulum prototipe, yang merupakan terobosan Kemendikbud, pada 2024 mendatang. Adapun saat ini, instansi tersebut baru berencana untuk melakukan sosialisasi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Disdikbud Jateng, Suyanta, saat ditemui di kantornya, Senin (10/1/2021). Dia menjelaskan, kurikulum baru ini bertujuan untuk mendorong pembelajaran sesuai kemampuan siswa.

“Kita akan sosialisasikan ini. Sudah ada panduan dari Pemerintah Pusat. Sosialisasi masih dirancang bersama LPMP, mengundang kepala dinas pendidikan kabupaten atau kota dan kepala sekolah. Rencananya efektif berjalan pada 2024. Esensinya dari kurikulum prototipe tentang karakter. Teknisnya, dalam pembelajaran siswa sebelum masuk ke materi inti, ada pengembangan karakter,” kata Suyanta

Dia mencontohkan,  guru sebelum memberikan materi inti, diharuskan memberikan pengembangan karakter dan mengarahkan siswa untuk melakukan problem solving. Dia memberi contoh, guru memberikan tema kajian tentang intoleransi, yang kemudian didiskusikan oleh siswa, untuk menemukan penyelesaian dan kesimpulan.

“Itu akan dibahas di pembelajaran, bukan di luar pembelajaran. Ini salah satu ciri kurikulum yang baru. Ciri lainnya adalah kompetensi, bagaimana siswa mampu mengembangkan kompetensinya. Kurikulum yang dulu berdasarkan konteksnya akademik, sedangkan yang baru  konteksnya ke passion siswa,” ujarnya.

Lebih lanjut Suyanta mengungkapkan, selama ini para siswa jenjang SMP atau sederajat, setelah lulus dan masuk ke SMA atau SMK, langsung mengambil jurusan. Padahal siswa seusia itu, belum bisa menentukan kehidupan ke depannya. Oleh karena itu, kurikulum prototipe siswa bebas memilih pelajaran.

“Kurikulum baru, silahkan siswa mengambil kompetensinya apa. Karena anak usia itu belum menenentukan masa depannya saat ditentukan kompetisi di awal. Maka ini, siswa masih umum atau bisa lintas kompetensi. Sehingga siswa juga tahu passionnya di mana, “katanya.

Dia juga menyatakan siap mendampingi sekolah, yang akan menerapkan kurikulum prototipe.

“Kami akan terus mendampingi, bagaimana mengembangkan dan dilatih kepada sekolah. Siapa sekolah yang boleh berlatih kurikulum baru, semuanya boleh menerapkan. Tetapi yang wajib menerapkan kurikulum prototipe adalah SMA sekolah penggerak dan SMK PK (pusat keunggulan),” jelasnya.

Suyanta meminta sekolah yang bukan penggerak, untuk berlatih terkait kurikulum tersebut.

“Bukan penggerak silahkan berlatih di sekolah penggerak. Kami mendorong untuk sosialisasi. Jika terkait data sekolah penggerak yang menerapkan, saya enggak tahu persis datanya itu di bidang sekolahan,”paparnya.

Hal itu juga disambut cukup baik, oleh Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Kota Semarang, Bambang sujatmiko mengatakan masih melakukan penyesuaian kurikulum yang baru.

“karena ini baru berjalan tahun pertama   tentu adanya beberapa kendala ,karena bagaimana masih merasa nyaman dengan kurikulum yang lama sehingga ada perubahan dengan bergerak maju perlu adanya kemauan , sehingga tantang juga ada bagaimana kita bisa selalu updet berkaitan dengan kerikulum tersebut , sesuai dengan instruksi mentri merdeka belajar,” kata Bambang.

Sehingga ia berharap, dengan adanya perubahan kurikulim yang baru ini bisa meningkatkan proses pembelajaran lebih baik dan bisa dilakukan secara terus menerus

“karena ini produk baru yang penting keberlanjutan dari program ini harus ada kemamuan untuk menjaga dan meneruskan karena apapun program bila tidak terjaga dan terlanksana dengan baik semua tidak akan berhasil,”pungkas kepala Sekolah SMKN 4 Semarang (HS).

SMP 5 Semarang Terapkan PTM 100 Persen

Hutan Mangrove Hanya 60 Persen Hambat Abrasi Pantai