in

Disdik Kota Semarang Siap Uji Coba Asesmen Potensi Siswa

Ergi dari tim UPI Bandung saat paparan program Asesmen Potensi Siswa di SMP Negeri 2 Kota Semarang/dok

HALO SEMARANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang siap melakukan uji coba program Asesmen Potensi Siswa (Aposis). Trial Aposis akan dilaksanakan pada 16 Desember 2025.

Kesepakatan itu terwujud dalam pertemuan antara Disdik Kota Semarang, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Paguyuban Sekolah Swasta Kota Semarang, dan tim Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung di Ruang IT SMP Negeri 2 Kota Semarang, baru-baru ini. Disidik Kota Semarang diwakili Kabid SMP Aloysius Kristiyanto.

Kristiyanto menuturkan uji coba Aposis bakal digelar di 12 Subrayon. Tiap-tiap Subrayon diwakili 1 SMP Negeri dan 1 SMP Swasta. Setiap SMP menghadirkan masing-masing 10 siswa sehingga totalnya menjadi 240 pelajar.

’’Sebelum program resminya berjalan, model sampling sepertinya paling ideal. Dari hasil sampling ini nanti juga bisa digunakan untuk pencarian dana melalui Corporate Social Responsibility (CSR),’’ ujar Kristiyanto.

Dia menambahkan pendanaan Aposis sudah tak memungkinkan jika diambil dari APBD atau dana BOS. Penggalangan dana lewat CSR memang yang paling tepat.

’’Pak Joko Hartono (Plt Kadisdik Kota Semarang) sangat mendukung kegiatan ini karena manfaatnya bagi para siswa khususnya tingkat SMP,’’ jelas Kristiyanto.

Program Aposis ini sudah dilaksanakan di Kota Bandung. Tim pengusung dari UPI digawangi Prof Dr A Juntika Nurihsan, MPd, Prof Dr Uyu Wahyudin, MPd, Dr Cepi Riyana, MPd, dan Dr Ipah Saripah, MPd.

Agus Joko dan Ergi, selaku perwakilan UPI Bandung yang hadir di Kota Semarang, menyatakan siap bekerja sama dengan Disdik Kota Semarang. Menurut Agus Joko, dari program Aposis diharapkan dapat mengubah paradigma pendidikan dari mass education menjadi personalized education.

Selain itu, mengintegrasikan aspek akademik, non-akademik, dan kesehatan mental dalam satu sistem data nasional, menjadi pilot project nasional untuk transformasi pendidikan berbasis data yang dapat direplikasi ke seluruh kota dan provinsi di Indonesia, juga memberikan rekomendasi intervensi berbasis data untuk guru, orang tua, dan pengambil kebijakan.

Dia menyebut hasil Aposis di Kota Semarang nanti diharapkan bisa meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa, terciptanya pola pembelajaran adaptif dan berbasis potensi, serta guru memiliki data konkret intervensi belajar siswa.

’’Dari hasil Aposis di Kota Bandung, terkuak maraknya kasus LGBT dan perundungan. Kita akan lihat bagaimana dengan Kota Semarang,’’ ungkap Agus.

Uji coba Aposis mendapat sambutan positif dari Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Nining Sulistyaningsih dan Ketua Paguyuban Sekolah Swasta Kota Semarang, Temok. Keduanya siap mendukung sampling yang akan dilakukan tim UPI Bandung.(HS)

Hadiri Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Bupati Pati Tegaskan Tidak Boleh Ada Perlakuan Berbeda

Mudahkan Masyarakat Akses Informasi Seputar Olahraga, KONI Kendal Bakal Luncurkan Si Olda