in

Dinsos Temanggung Rintis Pembentukan Keluarga Pioner

Sosialisasi keluarga pioner dan usaha penyelenggaraan kesejahteraan sosial, di aula Dinsos, Sabtu (23/7/2022). (Foto : temanggungkab.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Beragam upaya dilakukan oleh Pemerintah, untuk mengatasi persoalan sosial dan kemiskinan, yang meningkat akibat pandemi Covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan, adalah membentuk keluarga-keluarga pioner.

Menurut Kementerian Sosial RI seperti dirilis kemensos.go.id, keluarga pioner adalah keluarga yang mampu mengatasi masalahnya, dengan cara-cara efektif, dan bisa dijadikan panutan bagi keluarga lainnya.

Keluarga seperti ini harus memenuhi sejumlah kriteria, yakni mampu melaksanakan fungsi-fungsi keluarga; mempunyai perilaku yang dapat dijadikan panutan; mampu mempertahankan keutuhan keluarga dengan perilaku yang positif; dan mampu serta mau menularkan perilaku positif kepada keluarga lainnya.

Demi memunculkan keluarga-keluarga pioner di Temanggung, Dinas Sosial (Dinsos) setempat, menyelenggarakan sosialisasi keluarga pioner dan usaha penyelenggaraan kesejahteraan sosial, di aula Dinsos, Sabtu (23/7/2022).

Hadir dalam acara ini, Kepala Bidang Daya Sosial, Dhani Trianti mewakili Kepala Dinsos Temanggung, narasumber, dan diikuti 50 peserta dari perwakilan pilar sosial, yaitu PSM, TKSK, Karang Taruna, Tagana, PKH, dan LK3.

Dalam paparannya, Dhani Trianti mengatakan salah satu masalah dalam keluarga adalah perceraian. Penyebabnya bisa beragam, antara lain ekonomi dan pernikahan pada usia anak.

Masalah semacam ini bisa diatasi dengan pemberian pengetahuan kepada masyarakat, tentang pembentukan keluarga berkualitas dan penerapan pola hidup sederhana.

“Dengan pendidikan dan pola hidup sederhana, mengantarkan menuju keluarga yang berkualitas. Perilaku positif dalam berkeluarga, bisa ditularkan dan menjadi panutan ke lingkungan sekitarnya,” kata Dhani Trianti, seperti dirilis temanggungkab.go.id.

Penyuluh Sosial Ahli Madya Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Adoniati Meyra Widaningtias, dalam paparannya menyampaikan, setelah pandemi Covid-19 merebak beragam masalah, seperti pelambatan perekonomian, banyak PHK, serta pengangguran.

“Temanggung saat ini sudah banyak pengemis, anak punk, dan semakin banyak yang mengajukan bantuan sosial, faktanya banyak juga yang belum terdaftar dampak dari pasca Covid-19, di Jawa Tengah ada 27 panti sosial, jumlahnya yang meningkat setelah pandemi ini adalah lansia terlantar, anak terlantar, anak yatim piatu, pengemis dan gelandangan,” ungkapnya.

Dalam akhir paparan, dikatakan bahwa keluarga pioner diawali dari keluarga masing-masing, berikan suri teladan, tata, bangun harmoni keluarga dan harmoni bertetangga, bergeraklah di dalam dan menjadi pioner dari keluarga kita sendiri.

“Dinsos harus bekerja sama dengan Dinkopdag untuk memberdayakan keluarga pioner di Dinsos. Selanjutnya  jaringan keluarga plasma ini harus dibentuk UKM dan koperasi, untuk meningkatkan taraf hidup keluarga pioner dan keluarga plasma lainnnya,” kata dia. (HS-08)

Pegadaian Kembali Gelar Festival Pasar Senyum Rakyat di Denpasar

Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Koperasi dari Dekopin, Bupati Kebumen Tekankan Penguasaan Teknologi Informasi