HALO SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang mengklaim belum mengetahui secara pasti penyebab melambungnya harga komoditas telur ayam dan sejumlah bahan pangan di pasaran Kota Semarang. Penyebab utama kenaikan harga sejak sepekan lalu itu masih dianalisis atau dicari.
Diketahui harga bahan pangan seperti telur ayam saat ini mencapai Rp 32 ribu/kilogram, dari sebelumnya hanya Rp 27 ribu/kilogram.
“Pemicu kenaikan harga telur ayam yang signifikan itu masih dicari penyebabnya apa, kalau masalah distribusi atau angkutan tidak ada persoalan, tidak ada kejadian bencana juga. Jadi kemungkinan harga telur naik bersifat lokal maupun regional saja, tidak seperti harga minyak goreng yang mahal beberapa waktu lalu, kalau ini memang ditetapkan oleh pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, Nurkholis, Senin (5/9/2022).
Nurkholis mengatakan, sempat menduga kenaikan harga telur ayam karena harga pakan ternak ayamnya mahal. Namun ternyata juga normal atau tidak ada kenaikan signifikan.
“Dari sisi kami melihatnya harga telur ayam jadi mahal apakah (karena) dipengaruhi oleh harga pakan ternak, (ternyata) juga tidak ada kenaikan masih normal-normal saja, mungkin harus dicari penyebab utamanya,” terangnya.
Sedangkan untuk harga cabai yang diakui juga masih tinggi, dikatakan Nurkholis bisa dipengaruhi oleh musim dan tanaman cabai petani yang terserang oleh penyakit.
“Kita lihat di media, itu kan semacam terserang virus, sehingga mempengaruhi jumlah produksi komoditas pangan itu sendiri. Lebih kepada pengaruh cuaca, dan kalau dari sisi distribusi tidak ada persoalan, tapi kadang ada pedagang yang pilih dijual di Jakarta karena harganya lebih tinggi disana,” imbuhnya.
Sedangkan terkait jumlah ketersediaan bahan pangan atau stok, Nurkholis menyatakan saat ini masih aman.
“Kalau stok aman, tidak ada kelangkaan, ada kenaikan kita kerjasama dengan semua pihak. Sebenarnya ada program dari pemprov (Pemerintah Provinsi Jawa Tengah-red) yang akan memberikan pengganti ongkos kirim kepada distributor, tapi ini kan tidak mudah, karena mereka ada langganan sendiri-sendiri. Jika disubsidi harganya harapannya sama dengan harga sampai di konsumen, namun ini belum diterapkan. Tidak mudah ternyata pemprov juga punya produsen tidak hanya di wilayah Jateng saja, tapi juga ternyata di luar Jateng,” paparnya.
Seperti diketahui, harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional di Kota Semarang mengalami kenaikan.
Selain harga telur, komoditas bahan pangan seperti beras juga mengalami kenaikan menjadi Rp 11 ribu/kilogram dari sebelumnya Rp 10 ribu /kilogram.
“Kenaikan harga beras sudah terjadi beberapa waktu lalu. Sedangkan harga gula masih stabil yaitu dikisaran harga Rp 12 ribu/kilogram,” kata Sawit, salah satu pedagang di Pasar Bulu, baru-baru ini.
Dikatakan Sawit, untuk harga minyak goreng mulai turun dari sebelumnya ada kenaikan. Untuk jenis minyak goreng curah dikisaran Rp 13 ribu/liter.
“Kalau pas harganya tinggi bisa mencapai Rp 20 ribu/liter,” pungkasnya. (HS-06)