in

Didampingi Bupati Blora Bertemu Dirut Bulog, Pengurus APTRI Blora Tumpahkan Unek-unek

 

 

HALO BLORA – Pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora, menumpahkan berbagai unek-unek yang mereka rasakan, menyangkut hubungan kemitraan antara para petani dengan PT Gendhis Multi Manis (GMM) Bulog.

Berbagai persoalan itu disampaikan Ketua APTRI Kabupaten Blora Sunoto, dengan didampingi Bupati Blora Arief Rohman, kepada Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Bayu Krisnamurthi, di Jalan Gatot Subroto Kav 49 Jakarta.

Ketua APTRI Blora, Sunoto mengungkapkan kemitraan petani tebu dengan PT GMM Bulog, belum sesuai harapan.

Ini berbeda dengan kondisi, saat Dirut PT GMM era Lie Kamajaya dan Dirut PT GMM Bulog zaman Rahmad Pambudi.

“Utamanya yang menyangkut upaya penyediaan bibit unggul bagi para petani tebu yang masak awal, tengah, dan akhir,” kata dia, seperti dirilis blorakab.go.id, baru-baru ini.

Sunoto juga mengharapkan adalah langkah terobosan, untuk agar petani bisa memperoleh pupuk yang mencukupi dan tepat waktu, sesuai masa pemeliharaan tebu.

Selain itu perlu ikhtiar untuk mengucurkan dana usaha tani tebu dari pihak perbankan, di mana pihak pabrik gula siap menjadi avalis  (penjamin).

“Termasuk berbagai kiprah dalam memperluas areal tebu di wilayah perhutanan,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, sekretaris APTRI Anton Sudibdyo, menuturkan tentang memori masa lalu, saat acara seremonial akan dimulainya pembangunan pabrik gula Gendis Multi Manis (GMM) di Todanan Blora.

Ia mengingatkan dulu ketika pabrik gula GMM dibangun, saat itu Dirut hadir sebagai Wakil Menteri Perdagangan dan sosok seorang pemimpin asli Blora yang sukses.

“Beliau mengucapkan ke depan PG GMM akan memberi peningkatan kesejahteraan bagi para petani tebu dan akan berdampak positif terhadap terwujudnya Blora Kuncara,” kata Anton.

Namun setelah berjalannya waktu, sekarang kondisinya belum memberi kontribusi positif bagi peningkatan pendapatan petani tebu, bahkan sangat memprihatinkan.

Indikasinya masih banyak petani tebu yang menjual produksi tebunya keluar dari Kabupaten Blora.

Kinerja pencapaian rendemen rendah dan sering mesin pabrik gula mengalami kerusakan.

Anton sangat mengharapkan PG GMM Bulog dapat dikelola oleh orang-orang profesional dalam managemen pertebuan dan memiliki integritas dan kapabilitas yang mumpuni dan bisa membangun komunikasi yang ramah lingkungan dengan wong cilik / petani tebu.

Sebelum mengakhiri orasi Anton menyerahkan buku album kenangan kepada Dirut Bulog, saat peletakan batu pertama berdirinya Pabrik Gula GMM. Saat itu dia juga menyitir bait lagu dulu yang mengawali dan sekarang mengakhiri.

“Dengan harapan Bapak Bayu Krisnamurthi mampu menciptakan PT GMM Bulog menjadi pabrik gula yang dapat menjadi teladan dalam pengelolaan tebu di tingkat Nasional dan menjadikan petani tebu sejahtera,” ungkapnya.

Bambang Sulistya, selaku penasihat APTRI mengajukan tiga hal pesan yang didapatkan dari arus bawah.

“Pertama, budaya yang selama ini mulai diabaikan oleh pihak managemen PT GMM Bulog, agar dihidupkan kembali prosesi budaya yang biasanya dilakukan sebelum pabrik gula melaksanakan proses penggilingan tebu,” kata Bambang.

Tentu dengan harapan agar masyarakat terhibur dan proses giling berjalan lancar tidak mengalami gangguan kerusakan mesin giling.

Kedua, mohon agar para petani tebu bisa memperoleh Coporate Social Responsibility (CSR) dari PT GMM Bulog, berupa barang bersifat produktif yang mendukung keberhasilan dalam berusaha tani tebu, seperti alat tranportasi tebu, pengolahan lahan, dan alat pompa air.

Ketiga, guna menumbuhkan spirit baru bagi para petani tebu yang saat ini masih meninggalkan agunan sertifikat tanah untuk tunggakan kredit sebesar Rp3 miliar, agar mendapat solusi yang bijaksana dari Dirut Bulog, apalagi bisa diambil keputusan kebijakan pemutihan kredit.

Ikut dalam rombongan Bupati, Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman serta Kabid DP4 drh Rosalia Dyah Erawati.

Turut mendampingi Dirut Bulog adalah Sekretaris Bulog Pusat, Arwakhudin Widiarso, Plt Dirut GMM Bulog/Direktur Keuangan dan SDM PTGMM Bulog dan mantan Direktur Utama PT GMM Bulog Ikhsan.

Sebelumnya, Bupati Blora menyampaikan ucapan terima kasih atas diterimanya rombongan sebagian pengurus APTRI, yang ingin memperoleh pencerahan, solusi dan kebijakan dari Dirut Bolog, terhadap berbagai persoalan dan permasalahan pertebuan.

Bupati sangat berharap agar kejayaan PT GMM Bulog yang pernah menjadi kiblat pertebuan di tingkat Nasional, kembali berjaya dan para petani tebu Blora bisa merasakan manisnya rasa gula serta meningkatnya kesejahteraan mereka.

Respon Positif

Sementara itu berbagai masukan para pengurus APTRI ternyata memperoleh respon positif dari Dirut Bulog.

Dia menginformasikan bahwa saat ini,  PTGMM Bulog perlu mendapatkan penanganan serius dan total, utamanya dengan pihak perbankan.

Dia menyatakan saat ini sedang mengupayakan solusinya, seraya berharap persoalan tersebut segera selasai.

Pihak Bulog siap mengantarkan pengurus APTRI ke pihak pabrikan untuk mendapatkan jatah pupuk sesuai kebutuhan petani tebu dan tepat waktu, serta siap memfasilitasi untuk berkujung ke tempat sumber pembibitan varietas bibit unggul tebu.

Berkaitan dengan dana untuk usaha tani tebu, dia menyanggupi akan mengkomunikasikan dan menghadirkan pihak perbankan untuk memberi fasilitas pendanaan.

Untuk kegiatan perluasan tebu di lahan hutan segera akan dihubungi dengan pihak Perhutani.

Secara terbuka, Krisna Murthi juga mengatakan bahwa bantuan CSR dari PT GMM Bulog belum dimungkinkan. Namun dia akan diupayakan akan dibantu dari CSR Bulog.

Pertemuan diakhiri dengan penyerahan buah tangan dari Bupati ke Dirut Bulog dan seusai foto bersama rombongan pengurus APTRI Blora mendapat pelayan istimewa dari Sekretaris Bulog.

Sedangkan kesan dari Ngaliman Kepala DP4 Blora bahwa audensi para pengurus APTRI ke Dirut Bulog perlu mendapatkan apresiasi positif dan sangat memberikan harapan yang menggemberikan bagi peningkatan kesejahteraan para petani di bumi Blora. (HS-08)

Pilih Tetap Bertahan di Old Trafford

Polisi di Boyolali Jaga Ketat National Collaboration Race 2024 Piala Bupati