in

Di Jiken Blora, Satu Puskesmas Bisa Luncurkan 26 Inovasi Pelayanan Kesehatan

Peluncuran 26 inovasi Puskesmas Jiken, Kabupaten Blora, baru-baru ini. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Puskesmas Jiken resmi meluncurkan 26 inovasi pelayanan kesehatan baru, sebagai langkah nyata meningkatkan mutu dan kualitas layanan bagi masyarakat.

Terobosan ini dihadirkan untuk memastikan seluruh warga di wilayah Kecamatan Jiken, bisa mendapatkan akses kesehatan secara lebih cepat, mudah, dan berkualitas.

Kepala Puskesmas Jiken, Dadang Kun Septianto, menyampaikan bahwa seluruh inovasi yang diluncurkan, merupakan jawaban langsung atas kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Program-program baru ini, berfokus pada efisiensi layanan, mulai dari digitalisasi sistem pendaftaran pasien, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak (KIA), hingga program jemput bola untuk penanganan stunting serta pemeriksaan lansia.

Juga pemeriksaan Tuberkulosis (TBC) yang sedang banyak menyita perhatian, karena penyakit ini memang sedang mengalami lonjakan kasus secara nasional dan menjadi perhatian utama pemerintah.

“Kami berkomitmen penuh untuk terus berbenah demi memberikan pelayanan prima. Melalui 26 inovasi ini, kami ingin pelayanan di Puskesmas Jiken menjadi lebih responsif, ramah, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa,” kata Dadang Kun Septianto, di Blora, baru-baru ini, seperti dirilis blorakab.go.id.

Peluncuran program ini juga mendapat apresiasi tinggi dari jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Blora.

Langkah proaktif Puskesmas Jiken dinilai mampu memangkas waktu tunggu pasien, mengurai alur birokrasi, serta menjadi contoh nyata transformasi pelayanan publik yang adaptif di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Melalui implementasi belasan inovasi ini, Puskesmas Jiken menargetkan peningkatan signifikan pada indeks kepuasan masyarakat. Warga kini dapat menikmati fasilitas kesehatan yang lebih modern dengan tetap mengedepankan pendekatan pelayanan yang humanis.

Dari belasan program yang diluncurkan, terdapat dua inovasi unggulan berbasis digital dan respons cepat yang menjadi motor penggerak transformasi ini.

Pertama adalah Sistem Pendaftaran dan Konsultasi Online Rawat Jalan (Si Dora), sebuah platform modern yang memangkas waktu tunggu pasien secara radikal, dengan memindahkan alur birokrasi ke dalam genggaman ponsel pintar.

Kedua, sebuah aksi kemanusiaan nyata bertajuk Layanan Antar Jemput Gratis Ibu Bersalin (Laju Grab), yang hadir sebagai solusi mobilitas darurat bagi ibu hamil, demi menjamin persalinan yang aman, selamat, dan bebas biaya transportasi.

Di bidang perbaikan gizi, diluncurkan program Datangi, Edukasi, Ukur kembali Balita Stunting, Gizi Kurang dan Gizi Buruk (Dasiku Batik Biru).

Gerakan jemput bola ini berfokus pada intervensi langsung ke rumah-rumah warga untuk menekan angka stunting dan memperbaiki status gizi anak secara presisi.

Sementara di lini Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2), hadir inovasi WA Konsultasi Tuberkulosis dan HIV (Wakul T-Bhi), sebuah layanan konsultasi privat berbasis WhatsApp, yang memberikan ruang aman dan cepat bagi pasien TB serta HIV untuk memantau kesehatan mereka tanpa stigma.

Daftar Inovasi Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas Jiken Dinas Kesehatan Kabupaten Blora

1. Laju Grab (Layanan Antar JempUt Gratis Ibu Bersalin) – KIA

2. Si Dora (Sistem PenDaftaran dan Konsultasi Online Rawat Jalan) – Pendaftaran Rawat Jalan.

3. Jaring Pekat (Penjaringan Suspek Tuberkulosis kepada Masyarakat –P2.

4. Dasiku Batik Biru (Datangi, Edukasi, Ukur kembali Balita Stunting, Gizi Kurang dan Gizi Buruk) – Gizi.

5. Wakul T-Bhi (WA Konsultasi Tuberkulosis dan HIV) – P2.

6. Sprei Bu Tres (Spreed Sheet Ibu Hamil Terintegrasi) – KIA.

7. Gelas Si Sendi (Gerakan Lansia Sehat Aktif Dan Mandiri).

8. Gercep Gadar (Gelang Triase Cepat Tanggap Darurat) UGD. Triase adalah proses awal untuk menilai dan mengelompokkan pasien, berdasarkan tingkat kegawatdaruratannya. Tujuannya untuk memprioritaskan penanganan medis kepada pasien yang berisiko tinggi, mengalami kecacatan permanen, atau bahkan kematian jika tidak segera ditangani.

9. Ikan Bawal (Informasi Kesehatan Bagi Pengunjung Rawat Jalan) Rawat Jalan.

10. Ke PKD (Kelompok Peduli Kesehatan Dini) Rawat Inap.

11. Konjugasi (Konseling Online Offline dan Kunjungan Rumah pada Keluarga Rawan Terintegrasi) Promkes.

12. Ngajak Tandur (Dengan Bijak Kelola Sanitasi Lingkungan dari Lingkup Rumah Tangga) Kesehatan Lingkungan (Kesling).

13. Pinggul Oke (Dampingi dan Sayangi Bu Hamil oleh Kader) KIA.

14. Pinter (Pelayanan Indera Terpadu Rawat Jiwa) PTM.

15. Putry Lemu (Input dan Entry SPJ Lebih Mudah) – Tata Usaha.

16. Rasya Mengadu (Revitalisasi Posyandu untuk Meningkatkan Strata Posyandu) – Promkes.

17. Taman Cantik (Pendaftaran Mandiri Cukup 6 Langkah, 6 de TIK) – Loket.

18. Siasat’s (Fasilitasi Alat Sanitasi dan Teknologi Sanitasi) – Kesling.

19. Kpas Aman (Kb Paska Persalinan Aman dan Nyaman) – Poned.

20. Di Gas Mah Oke (Digitalisasi Kunjungan Rumah Oleh Kader) – Promkes.

21. Lintingmas (ScaLing graTis Masyarakat)-Gigi dan Mulut.

22. Kolak Labu ( Kolaborasi antara petugas Kesehatan ibu dan anak (kia) dan petugas.Laboratorium yang ditujukan bagi ibu hamil)-Laborat.

23. Siput Pakai Jala (Siap antar jemput pasien kecelakaan di Jalan raya)-UGD.

24. Sensasi (Sukses ASI dengan pijat Laktasi)- Poned.

25. Si Etik (Sistem Informasi Etiket Elektronik)-Farmasi.

26. Panutan (Pelayanan Adminduk setelah melahirkan dalam sepekan (Akta kelahiran, Kartu.Keluarga, dan Kartu Identitas Anak)-KIA. (HS-08).

Darurat Kemarau, Pemkab Blora dan Polres Dropping Ribuan Tangki Air

Ahmad Luthfi Dorong Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Bawa Pulang Terobosan, Bukan Sekadar Sertifikat