in

Data BPS, Juli 2024 Kota Tegal Alami Deflasi 0,01 Persen

Rilis Berita Resmi Statistik Kota Tegal, di Kantor BPS Kota Tegal, Kamis (1/8/2024). (Foto : tegalkota.go.id)

 

HALO TEGAL – Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal dan stakeholder untuk menekan inflasi di wilayahnya membuahkan hasil.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Juli 2024, Kota Tegal mengalami Inflasi -0,01 persen atau deflasi 0,01 persen, terhadap inflasi di bulan Juni 2024.

Dengan deflasi sebesar 0,01 persen, maka inflasi Year on Year (YoY) Kota Tegal pada Juli 2024 sebesar 2,16 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tegal, Eman Sulaeman, pada Rilis Berita Resmi Statistik Kota Tegal, yang juga dihadiri oleh Pj  Wali Kota Tegal, Dadang Somantri, di Kantor BPS Kota Tegal, Kamis (1/8/2024).

Hadir saat itu para Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Lingkungan Pemkot Tegal.

“Pada Juli 2024, di Kota Tegal terjadi inflasi -0,01 persen, atau deflasi 0,01 persen dengan Indek Harga Konsumen pada Juli 2024 di Kota Tegal sebesar 106,46 persen, maka inflasi Year on Year Kota Tegal pada Juli 2024 sebesar 2,16 persen, sedangkan inflasi tahun kalender atau Year to Date dari Januari 2024 sampai Juli 2024 sebesar 1,14 persen,” kata Kepala BPS Kota Tegal, Eman Sulaeman, seperti dirilis tegalkota.go.id.

Dari 352 komoditas yang dipantau oleh BPS Kota Tegal, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan, selain ada juga harga komoditas yang stabil.

Terdapat 10 Komoditas utama penyumbang inflasi month to month di Kota Tegal meliputi sekolah menengah atas 0,07 persen, cabai rawit 0,05 persen, sekolah dasar 0,04 persen, beras 0,04 persen, dan sigaret kretek tangan 0,04 persen.

Selain itu juga emas perhiasan 0,02 persen, kopi bubuk 0,02 persen, lada/merica 0,01 persen, kentang 0,01 persen, dan mobil baru 0,01 persen.

Sementara 10 komoditas penahan inflasi month to month di Kota Tegal, meliputi bawang merah mengalami deflasi sebesar 0,14 persen, cabai merah 0,08 persen, bawang putih 0,02 persen, daging ayam ras 0,02 persen, tomat 0,02 persen, telur ayan ras 0,02 persen, ketimun 0,01 persen, pisang 0,01 persen, kol putih/kubis 0,01 persen dan terong 0,01 persen.

Eman Sulaiman juga menjelaskan bahwa untuk bulan Agustus 2024 mendatang BPS Kota Tegal memprediksi komoditas yang akan mengalami kenaikan, adalah tarif pendidikan tinggi.

Hal itu karena sudah masuk pada tahun akademik baru, baik untuk pendaftaran maupun daftar ulang.

Selain itu beras juga diprediksi akan mengalami kenaikan, karena tren kenaikan beras sudah dimulai dari Juni dan Juli.

Meskipun kenaikannya masih tipis, namun kenaikan harga beras akan sangat berpengaruh terhadap inflasi. Cabai rawit dan minyak goreng juga merupakan komoditas yang perlu diwaspadai.

Secara umum sampai dengan bulan Juli 2024 Eman Sulaeman menyampaikan inflasi Kota tegal masih di bawah koridor interval yang ditargetkan oleh Pemerintah Pusat.

Ia menjelaskan inflasi Kota Tegal Year on Year Kota Tegal sebesar 2,16 persen masih dalam interval target Pemerintah Pusat yakni 2,5 persen plus minus 1 persen dalam satu tahun, sementara secara Year to Date atau selama tujuh bulan terakhir inflasi Kota Tegal masih 1,14 persen, masih di bawah 2,5 persen.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota Tegal menyampaikan apresiasi kepada instansi terkait, atas kerja kerasnya dalam menekan angka inflasi di Kota Tegal.

Menurutnya pengendalian inflasi di Kota Tegal sudah sesuai data, atau di dalam track yang benar.

Dadang Somantri berharap semua pihak tidak terlena dengan capaian saat ini, dan bersama-sama terus mengawal dan menjaga pengendalian inflasi di Kota Tegal. (HS-08)

Terima KKN Mahasiswa Alma Ata, Pj Walkot Fokuskan Penanganan Stunting

Pj Wali Kota Tegal Minta Percepatan Digitalisasi Sesuai SOP