HALO SALATIGA – Dari ratusan koperasi di Kota Salatiga, ternyata hanya lebih kurang 10 yang berstatus sehat.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, ketika membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Gerakan Koperasi Kota Salatiga, Kamis (22/01/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Kaloka Lt.4 Gedung Sekretariat Daerah ini merupakan pertama kalinya diselenggarakan di Kota Salatiga.
Lebih lanjut Wali Kota Salatiga menyayangkan minimnya koperasi berkualitas di wilayahnya, walaupun terdapat ratusan yang terdaftar.
“Koperasi yang terdaftar di Dinas Kopersai sebanyak 211 unit, dengan 93 koperasi aktif berbadan hukum dan kurang lebih 10 koperasi berstatus sehat,” kata dia seperti dirilis salatiga.go.id.
Jumlah koperasi yang relatif banyak, namun kualitasnya dan kesehatannya masih rendah ini menjadi masalah bersama.
“Nah ini juga menjadi alasan dilaksanakannya musrenbang koperasi ini agar terdapat usulan-usulan dari bawah bagaimana kita bisa mengembangkan koperasi di masing-masing wilayah agar koperasi ini tumbuh sebagai unit usaha ekonomi kemasyarakatan yang berpengaruh terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Kota Salatiga,” kata dia.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Robby berharap agar para pengurus koperasi dapat meningkatkan kualitas kinerjanya demi kemajuan koperasi.
“Permasalahan utama terkait dengan sumber daya manusia koperasi bahwa literasi manajemen dan keuangan yang masih rendah, pola kepemimpinan koperasi yang administratif dan rutinitas saja, perencanaan usaha yang belum berbasis kepada data dan analisis, dan rendahnya keterlibatan dan rasa memiliki anggota terhadap koperasi.
Sumber daya manusia koperasi ini merupakan fondasi dari tata kelola yang sehat dan SDM yang kuat merupakan motor pertumbuhan usaha koperasi.
Sehingga dengan SDM koperasi yang kuat, koperasi menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang bisa kita andalkan.
“Saya kira baru pertama kali dan hanya ada di Kota Salatiga, karena itu sekarang musyawarah ini adalah suatu forum di mana kita bisa rembug, diskusi mau dibawa ke mana koperasi di Salatiga ini,” kata dia.
Hal ini karena koperasi ini merupakan saka guru perekonomian dan merupakan instrumen pemerataan ekonomi untuk menyejahterakan masyarakat Kota Salatiga khususnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Bayu Joko Mulyono berharap agar forum ini benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan para pengurus koperasi.
“Koperasi di Salatiga dengan adanya koperasi merah putih ini tentu saja menambah dinamika,” kata dia.
Terkait pengembangan Koperasi Merah putih Kota Salatiga, 93 koperasi assisting juga tentu saja tetap menjadi fokus kami, tidak hanya KKMP.
“Kami berharap koperasi yang existing ini dapat tetap eksis dan tentu saja kami juga berharap nanti tetap bisa muncul koperasi-koperasi lain yang menjadi harapan Pemerintah Kota Salatiga yaitu tidak hanya koperasi simpan pinjam, tetapi ada kopersai di sektor riil,” kata dia.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Muh Sidqon Effendi; dan fasilitator pengajar dari PT Bright Life Academy (BLA Indonesia), Anna Yulia Damayanti, yang membawakan materi mengenai Penguatan Teknologi Koperasi, untuk menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Kegiatan ditutup dengan diskusi dan tanya jawab oleh para peserta. (HS-08)