HALO BLORA – Bupati Blora, Arief Rohman, baru-baru ini bersama Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Gaffar Rozin, menyalurkan bantuan untuk warga Jawa Tengah yang menjadi korban banjir di wilayah Aceh.
Penyaluran bantuan dipusatkan di Desa Penuaron Baru, Kecamatan Penuaron, Kabupaten Aceh Timur. Sebuah desa transmigrasi orang Jawa yang dikelilingi bukit, lembah sungai dan perkebunan sawit.
Setelah melakukan perjalanan darat selama 5 jam dari Medan melintasi Langkat, Pangkalan Brandan, Aceh Tamiang, Kota Langsa, dengan medan jalan yang masih nampak sisa-sisa puing rumah hancur akibat banjir. Sampailah rombongan Bupati bersama Ketua PW NU Jawa Tengah di Penuaron Aceh Timur.
Bertemu Mbah Jiyo warga setempat asli Seren, Sendangwungu Blora, yang sudah sejak 1980 transmigrasi ke sana.
Di sana Bupati dan Ketua PWNU, terlebih dahulu meninjau Musholla Miftahul Ulum, Dusun Dataran Indah, Gampong Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, yang telah selesai direnovasi oleh Tim Relawan PWNU Jawa Tengah. Mushola ini sebelumnya hancur akibat banjir pada akhir 2025 kemarin.
Setelah itu dilanjutkan penyerahan bantuan oleh PWNU Jawa Tengah yang dilakukan KH Abdul Gaffar Rozin, kepada PWNU Aceh yang diwakili Tengku Ahmad Afzal. Bantuan yang diserahkan senilai Rp4,2 miliar untuk berbagai kegiatan pembangunan.
Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Gaffar Rozin, menerangkan bahwa kedatangannya bersama Bupati Blora ini baru dilaksanakan setelah mendapatkan kabar dari para relawan Lazisnu Jawa Tengah yang telah sebulan berada di Aceh Timur.
“Relawan kami sudah sebulan di sini, membantu masyarakat pascabanjir. Dan ternyata banyak warga transmigrasi asal Blora di desa ini, sehingga kami ajak Pak Bupati untuk nostalgia menyapa Diaspora Blora, sekaligus menyerahkan bantuan untuk mereka di sini,” kata Abdul Gaffar Rozin.
Menurut dia, bantuan ini memang jumlahnya tidak besar, tetapi diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang kesusahan.
“Selain pembangunan perbaikan fisik bangunan sekolah musholla dan lembaga pendidikan agama, juga kami bantu peralatan sekolah, buku buku pelajaran hingga buku agama untuk ngaji termasuk kitab suci dan juz amma terjemahan. Semoga ini bermanfaat bagi masyarakat yang ada disini,” ungkapnya.
Sedangkan penyerahan bantuan dari Pemkab Blora melalui Baznas dan Korpri, diserahkan oleh Bupati Arief Rohman, didampingi Ketua Baznas Kabupaten Blora, H Sutaat, dan Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dasiran, selaku perwakilan pengurus Korpri Kabupaten Blora.
Khusus untuk bantuan dari Pemkab Blora, tidak hanya ditujukan untuk satu kabupaten terdampak banjir. Melainkan kepada 6 kabupaten, untuk perbaikan sejumlah tempat ibadah dan sekolah.
Di antaranya :
- Kabupaten Pidie Jaya Aceh berupa Perbaikan Dayah Assafwa Alaziziyah Tgk Syiek Disupeng, alamat Beuringen Dusun Pante Kecamatan Meurah Dua.
- Kabupaten Bener Meriah Aceh berupa Pembangunan TPA Panti Ulum alamat Dusun Trasad Kampung Arul Gading Kecamatan Pintu Rime Gayo.
- Kabupaten Aceh Tengah berupa perbaikan MIN 4 Aceh Tengah Jl Takengon-Bintang Gunung Suku, Kampung Rawe Kecamatan Lut Tawar, dan Menasah Adz Dzikra Jl Paya Reje, Dusun Rebe Gayo Bukit Ewih Tami Delem.
- Kabupaten Aceh Timur berupa perbaikan Dayah Raudhatul Huda alamat Desa Paya Naden, Kecamatan Madat.
- Kabupaten Aceh Tamiang berupa perbaikan Balai Pengajian Darul Muta’allimin alamat Kp. Kota Lintang Kecamatan Kota Kuala Simpang.
- Kabupaten Agam Barat Sumatera Barat berupa perbaikan Mushala Jorong Maninjau Agam Barat.
“Bantuan dari Pemkab Blora melalui Baznas dan Korpri total senilai Rp 230 juta. Merupakan hasil pengumpulan donasi warga masyarakat Kabupaten Blora, dan para ASN. Terimakasih kepada seluruh donatur. Kami tidak menyangka ternyata di Aceh ini juga banyak warga Blora, semoga bermanfaat nggih,” ucap Bupati.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Blora, H Sutaat, menerangkan bahwa bantuannya diserahkan secara tunai kepada 6 Kabupaten.
“Masing-masing Rp 30 juta. Kami serahkan secara cash. Terimakasih kepada seluruh donatur, sedekah jenengan semua sangat membantu saudara saudara kita yang terdampak banjir. Untuk yang Korpri diserahkan melalui transfer rekening,” terang H Sutaat .
Hal yang sama disampaikan Tengku Ahmad Afzal, pengurus PWNU Aceh. Menurutnya bantuan ini sangat membantu bagi warga masyarakat Aceh yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.
“Kami sangat mengapresiasi begitu besar perhatian para nahdliyin di Jawa Tengah untuk warga kami di Aceh. Termasuk Pak Bupati Blora yang sudah jauh jauh hadir langsung menyerahkan bantuan. Bantuan ini sangat meringankan beban, saat ini fisik dan psikis masyarakat kami sedang berada di titik nol. Semoga kedatangan PWNU Jateng dan Pak Bupati Blora dapat menambah semangat kami untuk bangkit lebih cepat lagi,” ujar Tengku Ahmad Afzal.
Mbah Jiyo, warga transmigrasi asal Blora yang tinggal di Penuaron merasa senang dapat kunjungan dari Bupati Blora.
“Alhamdulillah Pak Bupati Blora sampai sini. Saya sudah di sini sejak 1980. Ikut transmigrasi saat itu Bupati nya masih Pak Sumarno. Terima kasih Pak Bupati sudah berkenan menjenguk kami,” kata dia.
Dia pun bercerita banjir yang melanda tempat itu besar sekali, hingga rumah-rumah tinggal kelihatan atapnya saja.
Dia juga bercerita bahwa ada buaya sampai menerkam orang ketika menyeberang sungai.
“Bahkan pascabanjir ada warga yang meninggal dimakan buaya sungai. Yang beritanya sampai masuk TV itu dimakan buaya, orang sini juga Pak. Namanya Pak Hasan diterkam buaya saat menyeberangi Sungai Peureulak sore hari pascabanjir,” ucap Mbah Jiyo.
Di sini juga banyak warga Blora dari Karangnongko Buluroto, Dluwangan, Randublatung, dan lain-lain. Bahkan Bupati menyempatkan silahturahmi ke rumah Mbah Jiyo, yang punya warung kopi di depan SDN 4 Penuaron. (HS-08).