in

Cuaca Tak Menentu, Masayarakat Diminta Tetap Siaga Bencana

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko saat meninjau kasus bencana di wilayah Kota Semarang belum lama ini.

HALO SEMARANG – Cuaca yang tak menentu akhir-akhir ini, membuat beberapa daerah di wilayah rawan bencana dituntut untuk tetap siaga menghadapi kemungkinan bencana alam. Masyarakat di Jawa Tengah pun juga diminta tetap siaga bencana. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko, Senin (23/5/2022).

“Saat ini memasuki akhir bulan Mei hujan masih kerap turun dengan deras di beberapa wilayah di Jateng. Beberapa wilayah juga terjadi kasus banjir, seperti di Kendal, di Kota Semarang wilayah pesisir juga sedang ada masalah rob yang masuk ke permukiman warga. Maka kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk waspada terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung,” katanya.

Apalagi pada tahun 2021 lalu, Provinsi Jawa Tengah menjadi lima besar daerah tertinggi yang rawan terhadap bencana. Jateng menduduki peringkat kedua setelah Jawa Barat yang menjadi wilayah terbanyak terjadi bencana alam selama tahun 2021. Total ada 622 kejadian bencana di Jawa Tengah pada tahun lalu.

“Selain kasus banjir, masyarakat di daerah pegunungan agar waspada bencana longsor. Apabila ada lereng-lereng, celah, rekahan, diharapkan segera dilaporkan ke pemerintah daerah setempat. Supaya bisa diantisipasi bencana longsor,” kata politisi Partai Gerindra ini.

BPBD Provinsi Jawa Tengah juga diminta terus melakukan pemetaan potensi kebencanaan serta intensitas kejadian. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi sekaligus memperkirakan daerah-daerah mana yang sekiranya rawan bencana.

Selain itu, BPBD Provinsi Jawa Tengah juga diminta berkoordinasi dengan BPBD di tingkat kabupaten dan kota untuk mengantisipasi bencana saat cuaca yang tidak menentu ini. Melalui langkah tersebut, diharapkan seluruh pihak bisa mengantisipasi potensi terjadinya bencana.

“Selain mengantisipasi terjadinya bencana alam, BPBD Provinsi Jawa Tengah kami minta juga terus melakukan upaya pencegahan. Apalagi saat ini cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan kadang cuaca panas sedang terjadi di Jawa Tengah,” katanya.

Sebagai informasi, sebagian besar provinsi di Pulau Jawa diprakirakan bakal diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di luar rumah.

BMKG memperingatkan potensi hujan lebat dapat turun di wilayah Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung. Wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur juga diperkirakan mengalami hal sama.

Daerah lain yang berpotensi mengalami hujan lebat ialah Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Selain itu juga di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, dan Papua Barat. BMKG juga memperingatkan sejumlah wilayah masuk dalam kategori waspada dampak dari hujan lebat seperti terjadinya banjir.

Kategori waspada ada di wilayah Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.(Advetorial-HS)

Sinyal Kuat Jokowi Dukung Ganjar Untuk 2024, Begini Tanggapan Pengamat Politik

Tanggapan Ganjar Namanya Muncul saat Rakernas Projo di Magelang