HALO BALI – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan semua peralatan di Command Center (pusat komando) Mapolda Bali sudah berfungsi dengan baik.
Command center tersebut juga terhubung dengan ribuan kamera pengawas, terutama di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Dengan dilengkapi teknologi face recognition atau pengenalan wajah, command center tersebut dapat mengidentifikasi semua orang yang dicurigai atau masuk daftar pencarian orang (DPO).
Hal itu disampaikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, setelah mengecek kondisi pusat komando tersebut, dalam rangka persiapan pengamanan KTT G20.
Tak hanya mengecek kondisi peralatan, dalam kesempatan itu Kapolri bersama pejabat utama mabes Polri, juga langsung mengamati simulasi pengamanan pada operasi Puri Agung 2022 melalui layar monitor.
“Kami melaksanakan peninjauan langsung, terkait simulasi yang dikendalikan langsung di ruang command center,” kata Sigit, setelah meninjau Command Center Mapolda Bali, Sabtu (5/11/2022), seperti dirilis humas.polri.go.id.
Dalam kesempatan itu, Listyo juga menjelaskan Command Center Polda Bali tersambung dengan ribuan kamera pengawas di Bali, khususnya di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
“Sebagai contoh pada saat melaksanakan pelatihan dengan menggunakan sarana yang ada di command center, dapat mengetahui jalur yang dilewati, mulai semenjak titik kedatangan dari mulai bandara mengarah kepada akomodasi dan ke venue,” kata Sigit.
Lebih lanjut, Sigit menjelaskan jika ada hambatan, maka pihaknya telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif, semua dapat terpantau di command center, sebagai pusat komando dan kendali operasi.
Command center tersebut juga bisa mengetahui di mana penempatan posisi anggota serta sarana dan prasarana yang sudah ditempatkan.
Selain itu dilengkapi dengan teknologi face recognition sehingga jika ada orang yang dicurigai masuk daftar orang pencarian orang (DPO) kepolisian bisa segera melakukan tindakan.
“Tadi saya cek langsung untuk memastikan itu berfungsi atau tidak, tadi kita lihat semuanya bisa berjalan baik dalam simulasi pada saat melaksanakan kegiatan roll akhir pengawalan mulai dari bandara sampai dengan lokasi,” kata Sigit.
Sigit menambahkan, pihaknya juga melaksanakan sepintas simulasi dengan menggunakan konsep virtual (metaverse) sehingga mendapatkan gambaran nyata, hal ini mempermudah memberikan gambaran terkait simulasi dengan fakta di lapangan.
Dalam peninjauan pelaksanaan simulasi lapangan yang di Monitor dari Command Center Polda Bali di Hadiri oleh Ka Ops, Waka Ops 2, Karendal Ops, Kasatgas Pam Wil Bali, Kasatgas Anti Teror, Kasatgas Humas, Kasatgas Kontinjensi, Kasatgas Banops.
Peninjauan pengamanan kedepan akan terus dilakukan untuk memastikan pengamanan seluruh rangkaian kegiatan internasional yang akan digelar di Provinsi Bali, seperti KTT G20, dapat berjalan dengan baik dan optimal. (HS-08)