in

Harkitnas 2026, Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial dan Literasi Digital

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026).. (Foto : Humas Jateng)

 

HALO SEMARANG – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan bangsa, tapi juga momentum untuk meningkatkan semangat kebangkitan bangsa di setiap zaman.

Karenanya, pada peringatan Harkitnas 2026 ini, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama.

“Kita harus menjalankan Asta Cita Presiden. Ke depannya, digitalisasi menjadi prioritas. Para tunas bangsa harus kita persiapkan  dalam rangka indonesia Emas 2045,” kata  Luthfi usai menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026).

Pesan tersebut sesuai dengan tema Hari Kebangkitan Nasional 2026 yaitu “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Hal itu juga sebagaimana tertuang dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid yang dibacakan oleh Ahmad Luthfi saat upacara.

Dibebekan dia, Hari Kebangkitan Nasional tahun ini merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui pelindungan para tunas bangsa.

Tema tersebut juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat.

“Kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar,” kata   Luthfi mengutip sambutan Menteri Komdigi.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat.

Misalnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah berjalan secara masif di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Ini bertujuan untuk membangun fondasi fisik generasi masa depan.

Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah-wilayah afirmasi, termasuk perbaikan mutu guru dan penyediaan beasiswa, guna memutus ketimpangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Di sektor kesehatan, Pemerintah juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang masif. Hal ini untuk memastikan perlindungan medis yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Upaya kesejahteraan rakyat juga diperkuat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa. Melalui koperasi, masyarakat desa diharapkan memiliki akses yang lebih dekat terhadap pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, sembako, obat terjangkau, hingga layanan ekonomi dasar, sehingga desa dapat tumbuh lebih mandiri dan tidak bergantung pada pihak luar.

Di samping itu, sejalan dengan upaya pembangunan kualitas manusia tersebut, pemerintah juga telah melakukan pelindungan generasi muda di ruang digital.

Pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) pada awal tahun ini adalah wujud nyata kehadiran negara.

Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya.

Melalui kebijakan ini, diharapkan anak-anak mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya. (HS-08)

 

 

Wagub Jateng Tekankan Pentingnya Meneladani Para Ulama dalam Pengabdiannya kepada Bangsa

Salatiga Jadi Tuan Rumah Pra-Rakor Komwil III Apeksi, Wali Kota Sambut Delegasi 24 Kota