in

Cetak Santri Berwirausaha, Shopee Barokah Luncurkan Kanal Khusus “Produk Santri”

Salah satu santri dari peserta pelatihan bisnis digital yang digelar di Kampus Shopee Ekspor Solo menjajal ruangan Live Streaming untuk strategi mempromosikm produk,baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Shopee Barokah, one-stop platform pendukung gaya hidup Islam milik Shopee, menghadirkan kanal baru yang menghadirkan produk karya Santri. Kanal “Produk Santri” ini menghadirkan sebanyak 1.500 produk pilihan hasil kurasi dari kompetisi bisnis digital “Dari Pesantren untuk Pesantren” yang dimulai sejak bulan Januari lalu.

Program ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi mandiri di lingkungan pesantren. Produk dalam kanal “Produk Santri” merupakan karya Santri yang berasal dari ratusan Pondok Pesantren (Ponpes) yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Direktur Shopee Barokah, Bukhori Muslim menjelaskan, bahwa Shopee Barokah ingin mencetak wirausahawan (Santripreneur) unggulan yang melek digital, sehingga bisnis santri dapat bertumbuh dengan pasar yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan komitmen #ShopeeAdaUntukSemua dalam melayani lebih banyak masyarakat Indonesia melalui teknologi.

“Selama ini banyak santri yang telah memiliki usaha mandiri dan sudah menciptakan banyak produk berkualitas yang dijual secara offline. Kami ingin Shopee Barokah membantu Santri untuk terus berkembang melalui pelatihan yang kami berikan hingga hadirnya ragam fitur yang kami tawarkan di dalam aplikasi. Sehingga, bisa membantu usaha mereka,” ungkap Bukhori, Minggu (19/2/2023).

Bukhori juga mengajak masyarakat untuk mendukung para Santri bersama Shopee Barokah. “Dukungan dari masyarakat akan sangat memberi arti bagi santri agar mereka semakin berdaya bersama dengan pertumbuhan ekosistem ekonomi digital,” imbuhnya.

Dia menambahkan, ada lebih dari 1.500 produk karya Santri dalam laman “Produk Santri” ini juga sedang berkompetisi. Pemenang kompetisi akan mendapatkan modal usaha dan juga paket umroh. Beberapa produk diantaranya, adalah kitab pesantren, souvenir, madu, songkok atau peci, aksesori, makanan dari olahan hasil bumi, dan masih banyak lagi.

Dalam kompetisi ini, lanjut dia, santri ditantang mempromosikan usahanya secara optimal dari berbagai aspek sebagai kriteria penilaian. Produk yang dijual juga harus memerhatikan kualitas dan sesuai kaidah Islam dan memiliki kemasan yang menarik. Periode kompetisi ini berlangsung sejak 6 Februari 2023 hingga ditutup pada 6 Maret 2023 mendatang. Para peserta kompetisi juga sebelumnya telah mengikuti pelatihan bisnis digital yang diberikan oleh Shopee di sejumlah pondok pesantren, Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo, dan juga secara online.

“Rangkaian program “Dari Pesantren untuk Pesantren” dimulai pada Januari lalu. Program ini diawali dengan pelatihan bisnis digital bagi 1.000 Santri di berbagai daerah untuk mendukung para santri agar bisa semakin berdaya dan menjadi pelaku UMKM yang terampil digital. Saat ini program ini memasuki tahap kedua, yakni kompetisi usaha. Pengumuman kompetisi akan berlangsung pada bulan Maret mendatang setelah periode kompetisi ditutup,” katanya.

Salah-satu peserta santri dari Pondok Pesantren Sunan Drajat, Aditia Mucharom, mengatakan dirinya antusias dalam mengikuti kompetisi ini. “Kompetisi yang didukung dengan wadah pemasaran Produk Santri ini sangat bagus sekali. Masyarakat luas jadi mengetahui langsung kalau para santri juga punya produk yang berkualitas. Saya jadi tambah bersemangat untuk mempelajari strategi marketing bersama Shopee Barokah,” papar Aditia.(HS)

Berikan Informasi Perguruan Tinggi, Imaken Campus Expo Digelar di Kendal

Antusias dengan Kembaran Quartararo