HALO SALATIGA – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (Unnes), ikut berupaya mencegah stunting di Kota Salatiga.
Berkolaborasi dengan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) RW1, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, para mahasiswa itu menyelenggarakan sosialisasi parenting di balai RW1, belum lama ini, diikuti oleh ibu-ibu anggota PKB RW 1.
Penanggung jawab Program Kerja KKN Unnes Giat 6 di Kutowinangun Lor, Amanatul Khomisah mengatakan, sosialisasi ini menyampaikan hal-hal terkait pola asuh yang tepat sebagai upaya untuk menekan angka stunting di Kelurahan Kutowinangun Lor.
Kegiatan dimulai pemaparan materi mengenai pola asuh tepat untuk anak, dan diikuti dengan pemaparan materi pentingnya pola asupan makanan anak di 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) anak.
Dikutip dari beberapa jurnal ilmiah, kata dia, 1.000 HPK anak menjadi faktor penentu kualitas kehidupan anak dimasa depan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk membentuk kesadaran dan pemahaman terkait pentingnya pemenuhan gizi anak melalui pola asuh orang tua.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap agar para orang tua nantinya dapat lebih memperhatikan pola asuh dan pola makan pada anak di 1000 hari pertama HPK. Ini penting sebagai salah satu upaya untuk menekan angka stunting di Kelurahan Kutowinangun Lor,” tutur Amanatul Khomisah.
Menurut dia, pada tahun 2019 jumlah kasus stunting di Indonesia mencapai 27,67%, ini berarti ada satu dari tiga anak mengalami stunting atau kekurangan gizi.
Jumlah ini masih lebih tinggi dibandingkan toleransi maksimal stunting yang ditetapkan World Health Organization (WHO) yakni kurang dari 20%.
Kegiatan ini disambut antusias oleh ibu-ibu anggota PKB RW 1 dari awal hingga akhir pemaparan berlangsung.
Melalui program ini, Tim KKN Unnes GIAT 6 Kelurahan Kutowinangun Lor berharap agar kegiatan ini dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi nyata terhadap program zero stunting.
Program ini tengah digencarkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia. Selain itu, ini menjadi salah satu internalisasi nilai-nilai Pancasila.(HS-08)