HALO SURAKARTA – Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman menegaskan wilayahnya siap untuk menjadi bagian dari lumbung pangan nasional di Jawa Tengah.
Kesiapannya itu juga diwujudkan dengan ikut menandatangani komitmen bersama, untuk memenuhi target ketahanan pangan Jawa Tengah tahun 2026 di The Sunan Hotel Solo, Kota Surakarta, belum lama ini.
“Alhamdulillah tadi kita sudah menandatangani komitmen bersama ketahanan pangan Jawa Tengah 2026,” kata dia.
Dia juga mengatakan Kabupaten Tegal dipercaya untuk masuk dalam 12 Kabupaten prioritas intervensi benih padi.
“Jadi pastinya kami siap untuk memenuhi target yang sudah diberikan, melalui optimalisasi potensi pertanian daerah dan penguatan sinergi lintas sektor” ujar Ischak.
Perlu diketahui, Kabupaten Tegal mendapatkan target Ketahanan Pangan tahun 2026.
Meliputi produksi Padi sebesar 356.915 ton (GKG), Jagung 120.165 ton, Tebu 90.080 ton, Telur 24.072 ton, Daging 23.790 ton, Susu 704 ton.
Kemudian dari sektor kelautan dan perikanan, Kabupaten Tegal memiliki target produksi perikanan budidaya sebesar 3.282,34 ton dan produksi perikanan tangkap sebesar 2.187,31 ton.
Sementara itu penandatanganan komitmen bersama mengenai pencapaian target ketahanan pangan Provinsi Jawa Tengah 2026, dilaksanakan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan bupati/ wali kota se-Jawa Tengah, termasuk instansi vertikal seperti Kodam IV/Diponegoro, Polda Jateng, dan BPS Jateng.
Mengawali acara, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk membangun sinergitas antar kepala daerah dalam mensukseskan pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.
“Penandatanganan komitmen bersama ini mencakup sektor pertanian dalam arti luas. Hal tersebut selaras dengan target Provinsi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan Nasional pada tahun 2026,” kata Sumarno.
Lebih lanjut Sumarno memaparkan beberapa target utama ketahanan pangan Jawa Tengah pada 2026.
Meliputi produksi Padi mencapai 10.559.679 ton Gabah Kering Giling (GKG), Jagung 3.700.000 ton, Tebu 4.391.343 ton, Daging 942.497 ton, susu 76.570 ton, telur 917.863 ton, garam rakyat 541.775,76 ton, perikanan tangkap 622.942 ton, serta perikanan budidaya 605.091 ton.
“Pada penandatangan kesepakatan ini, sinergi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, TNI, Polri dan BPS menjadi kunci keberhasilan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional. Oleh karena itu, harapannya seluruh pihak dapat berkolaborasi melaksanakan program dan kegiatan secara konsisten, terkoordinasi dan bertanggung jawab” tegas Sumarno.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan Komitmen Bersama oleh Gubernur Jawa Tengah dan seluruh Bupati serta Wali Kota Se-Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi menyampaikan bahwa kesepakatan bersama Ketahanan Pangan ini merupakan target semua pihak.
“Target ini harus kita capai bersama melalui peningkatan indeks pertanaman, peningkatan produktivitas, rehabilitasi sumber daya air, serta pengamanan produksi dari risiko gagal panen,” ungkapannya.
Gubernur Ahmad Luthfi juga menjelaskan strategi intervensi benih padi Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya konkrit meningkatkan produktivitas pertanian di daerah sentra pangan.
Dia menyebutkan bahwa terdapat 12 kabupaten prioritas intervensi benih padi melalui APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, yakni Kabupaten Cilacap, Kebumen, Tegal, Brebes, Pemalang, Demak, Grobogan, Sragen, Sukoharjo, Blora, Rembang, dan Pati.
Sementara itu, kabupaten/kota yang tidak masuk dalam skema intervensi APBD akan diusulkan memperoleh bantuan benih dari pemerintah pusat melalui APBN Tahun 2026.
“Swasembada pangan adalah roadmap kita bersama. Tahun 2026 kita fokus pada swasembada pangan tanpa meninggalkan pembangunan infrastruktur. Dengan adanya komitmen bersama ini, kita lakukan quality control bersama bahwa pembangunan harus dilakukan secara kolaboratif, together we can,” tegasnya. (HS-08)


