HALO KUDUS – Bupati Kudus, Hartopo meminta masyarakat untuk bijaksana dan teliti, dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Hal itu karena media sosial menjadi lahan favorit bagi penyebaran hoaks.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kudus H M Hartopo ketika membuka Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Kebhinekaan di Gedung MWCNU Gebog, baru-baru ini.
Hadir juga dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kudus, Camat Gebog, Unsur MWCNU, Karang Taruna Kecamatan Gebog, FKUB, dan undangan lainnya.
Menurut Hartopo, sepanjang tahun 2021 lalu, Kementerian Kominfo mencatat pemutusan akses terhadap 565.449 konten negatif di medsos.
“Karena medsos menjadi lahan favorit bagi penyebaran informasi hoaks, yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Parahnya lagi, dibagikan tanpa memperdulikan efek yang ditimbulkan,” kata dia, seperti dirilis diskominfo.kuduskab.go.id.
Lebih lanjut dia mengatakan Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, bangsa yang terdapat beragam suku, budaya, dan agama.
“Kita memiliki banyak perbedaan, tetapi kita punya dasar negara. Punya rasa persatuan dan kesatuan di dalam Kebhinekaan,” ungkap Hartopo.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk mempererat jalinan silaturahmi dan mengembangkan sikap saling menghormati serta membangun semangat toleransi.
“Jaga persatuan dan kesatuan bangsa dari ancaman disintegrasi. Apapun perbedaan etnis maupun agama, selama dalam bingkai Pancasila harus kokoh dan terus bersatu,” pesannya.
Wawasan Kebangsaan diperlukan untuk menjaga keutuhan NKRI. Sebagai warga negara, tentu masyarakat harus memahaminya.
“Wawasan Kebangsaan bisa diartikan sebagai sebuah pemahaman mengenai semangat kebangsaan dan rasa memiliki bangsa yang utuh dalam persatuan dan kesatuan sebagai sumber keutuhan dan kekuatan bangsa,” kata dia. (HS-08)