in

Bupati Jepara Dorong Batealit Jadi Pusat Pengembangan Kambing Boer dan Destinasi Pariwisata Baru

Acara penyerahan bantuan 40 kambing Boer oleh Bupati Jepara H Witiarso Utomo, kepada peternak, Rabu (3/12/2025) di Paleboer Gatra Farm, Desa Bawu, Kecamatan Batealit. (Foto : jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Bupati Jepara H Witiarso Utomo kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kecamatan Batealit sebagai pusat pengembangan ternak kambing Boer di Kabupaten Jepara.

Kebijakan ini untuk memperkuat sektor peternakan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat, dan mendorong peningkatan usaha mikro kecil menengah (UMKM) Jepara.

Komitmen itu disampaikan Bupati Jepara H Witiarso Utomo, ketika menyerahkan bantuan tahap pertama 40 kambing Boer, kepada peternak, Rabu (3/12/2025) di Paleboer Gatra Farm, Desa Bawu, Kecamatan Batealit.

Hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Ary Bachtiar, Baznas Jepara, jajaran Kepala OPD terkait, Camat Batealit Yenny Diah, serta para kepala desa se-Kecamatan Batealit.

Secara keseluruhan, program ini akan menyalurkan 110 ekor kambing yang didistribusikan dalam tiga tahap kepada para peternak yang telah ditetapkan.

Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa pengembangan kambing Boer bukan sekadar peningkatan sektor peternakan.

Program ini juga disiapkan untuk mendukung rencana besar menjadikan Batealit sebagai desa pariwisata, yang berfungsi sebagai titik awal transit wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi unggulan lainnya di Jepara.

Menurutnya, pengembangan peternakan modern dan wisata edukasi dapat berjalan beriringan, memberi nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus memperluas daya tarik daerah.

“Ini bukan hanya bantuan ternak, tetapi langkah awal membangun ekosistem ekonomi berbasis peternakan dan pariwisata. Batealit memiliki potensi luar biasa, dan kita ingin tempat ini menjadi salah satu pusat edukasi dan produksi kambing Boer terbaik di Jepara,” ujar Bupati, seperti dirilis jepara.go.id.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Ketua Baznas Jepara, Sholih yang menegaskan bahwa Baznas akan terus mengawal program-program pemberdayaan ekonomi yang menjadi prioritas pemerintah daerah.

Bantuan kambing pada tahap ini bersumber dari dana zakat, sehingga penerimanya merupakan kelompok mustahik sesuai ketentuan syariah. Ia juga mengingatkan bahwa bantuan ini bersifat produktif.

“Bantuan ini harus dipelihara dengan baik hingga berkembang biak. Jangan sampai dijual. Tujuannya adalah pemberdayaan, agar mustahik bisa naik kelas secara ekonomi,” tegasnya.

Acara penyerahan berlangsung tertib dan disambut antusias para peternak. Program ini diharapkan menjadi langkah awal pembangunan kawasan peternakan terpadu, sekaligus memperkuat positioning Batealit sebagai pusat pengembangan kambing Boer di Jepara.

Pemerintah Kabupaten Jepara menargetkan pengembangan ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan daya tarik wisata baru, serta memperkuat sektor pangan dan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (HS-08)

Kukuhkan Pengurus Ika Smansara, Bupati Jepara : Banyak Tokoh di Tingkat Nasional

Petani Mengeluh Kekurangan Pupuk ZA, Pemkab Rembang Akan Minta Tambahan ke Pemerintah Pusat