in

Bupati Boyolali Harapkan Bawang Merah Jadi Salah Produk Unggulan dari Kota Susu

Bupati Boyolali, Agus Irawan panen bawang merah di Desa Tarubatang Kecamatan Selo, Jumat (9/1/2026). (Foto : boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Bupati Boyolali Agus Irawan, menyampaikan harapan agar bawang merah bisa menjadi salah satu produk unggulan di daerahnya.

Hal itu disampaikan Bupati Boyolali, Agus Irawan, ketika menghadiri kegiatan panen raya bawang merah di Dukuh Gajihan, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Jumat (9/1/2026).

Bupati Agus yang ikut memanen langsung bawang merah tersebut, mengaku sangat puas dengan hasil panennya.

Bawang merah di Desa Tarubatang ini merupakan salah satu inovasi kelompok tani setempat dengan metode tanam yang menyesuaikan iklim.

“Hasilnya sangat subur dan sangat besar-besar sekali, semoga bawang merah ini akan menjadi salah satu produk pertanian unggulan Kabupaten Boyolali.” harap Bupati Agus, seperti dirilis boyolali.go.id.

Untuk diketahui, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo merupakan salah satu daerah penghasil bawang merah terbanyak di Kota Susu, dengan hasil panen 18 ton per hektare.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, Suyanta, mengatakan kegiatan panen raya ini merupakan kolaborasi antara Dispertan Kabupaten Boyolali, Pemerintah Desa Tarubatang, dan PD BPR BKK Boyolali.

Ia mengatakan, hasil panen yang luar biasa ini didukung oleh musim, kesuburan tanah dan iklim yang sangat cocok dengan bawang merah.

Disebutkan Suyanta, beberapa wilayah penghasil bawang merah adalah Kecamatan Selo, Cepogo, sebagian Kecamatan Musuk dan sebagian Tamansari.

Namun penghasil terbesar adalah Kecamatan Selo dan Cepogo dengan luasan hampir 112 hektare.

“Alhamdulillah luar biasa karena didukung oleh musim, didukung oleh kesuburan tanah dan iklimnya yang sudah cocok untuk bawang merah, memang tiap tahun musim kaya gini tanam bawang merah,” ujar Suyanta. (HS-08)

 

 

Kunjungan Wisata Nataru di Sragen Turun 36 Persen

Boyolali Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera