HALO BATANG – Bupati Batang Wihaji meminta Unit Pengelola Keuangan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Mukti Kecamatan Reban, melebarkan sayap ke berbagai kecamatan.
Hal ini karena dari seluruh usaha serupa di 15 kecamatan, hanya empat yang bertahan dan berhasil, yakni di Kecamatan Banyuputih, Reban, Bandar, dan Bawang.
Permintaan itu disampaikan Bupati Batang Wihaji, saat menghadiri acara penyampaian laporan pertanggungjawaban UPK DAPM Mukti, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Selasa (25/1/2022).
UPK DAPM Mukti Kecamatan Reban, dinilai berhasil mengelola dan mengembangkan lembaga keuangan. Dengan modal awal pasca Program Nasional Penanggulangan Kemiskinan (PNPM) Mandiri Perdesaan sebesar Rp 2 miliar, kini lembaga tersebut telah memiliki total aset Rp 10 miliar.
“Kita coba bandingkan dengan lembaga keuangan Pemkab Batang, yang uangnya di atas Rp 50 miliar, target laba bersih cuma dapat Rp 1,2 miliar. Tadi saya dengan yang diputar sekitar Rp 8 miliar targetnya, Rp 1,2 miliar,” kata Bupati Batang Wihaji, seperti dirilis Batangkab.go.id.
Menurut Wihaji, modal yang dimiliki lembaga keuangan milik Pemkab Batang memang lebih besar. Namun demikian untuk hasil laba ada kesamaan dengan UPK DAPM Mukti Kecamatan Reban.
“Ini luar biasa dan bangga. Di saat Pandemi Covid-19 masih bisa bertahan. Karena mengelola uang itu tidak mudah, kalau pengelola tidak memiliki integritas bisa saja bubar,” kata dia.
Wihaji juga meminta lembaga keuangan UPK DAPM Mukti Kecamatan Reban, harus berubah menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Lembaga keuangan inikan alumni PNPM, yang berubah bentuk. Karena ada regulasi baru, maka harus diubah menjadi Bumdes,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Badan Pengelola Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat Mukti Kecamatan Reban, Sodikin menjelaskan, UPK DAPM pada 2020 ada 109 kelompok, dengan jumlah anggota 1.443 orang. Adapun jumlah dana yang digulirkan, mencapai Rp 9.028.000.000.
“Lalu, tahun 2021 anggota berjumlah 1.415 orang, dana yang digulirkan mencapai Rp 8.610.000.000.
Adapun Pelayanan pinjaman pribadi tahun 2021 yang mendapatkan pinjaman ada 43 orang dengan jumlah total pinjaman Rp 1.751.000.000,” terangnya.
Adapun jumlah pencairan pinjaman ke kelompok dan pinjaman ke perorangan sebesar Rp 8. 610.000.000 ditambah Rp 1.751.000.000. Sehingga aset keuangan yang dikelola mencapai Rp 10.361.000.000.
“Tahun ini labanya melebihi terget, yakni Rp 1.265.665.107 atau naik 102,44 persen dari target Rp1.235.031.517. Hal ini bagian dari hasil kerja kami bersama, terutama kerja keras teman-teman UPK,” kata dia.
Kepala Desa Tambakboyo Kecamatan Reban itu, juga menargetkan laba tahun 2022 bisa mencapai sebesar Rp 1.386.759.339. (HS-08)