in

Bulan Dana PMI Wonosobo Digelar, Bupati Pasang Target Rp1,8 Miliar

Pembukaan Penyelenggara Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo baru-baru ini di Pendopo Selatan Pemkab Purworejo. (Foto : purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO –  Penyelenggara Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo, tahun ini memasang target bisa menghimpun dana dari masyarakat, sebesar lebih kurang Rp1,8 miliar.

Dana tersebut nantinnya akan digunakan untuk membiayai kegiatan operasi kemanusiaan organisasi itu, serta memberikan bantuan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, saat Pencanangan Bulan Dana PMI Kabupaten Wonosobo 2025, baru-baru ini di Pendopo Selatan.

PMI tidak hanya sebatas urusan darah saja, tapi juga berkontribusi dalam urusan sosial, penanganan kemiskinan, stunting dan urusan kemanusiaan lainnya.

Untuk itu, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, sektor pendidikan, dan masyarakat di Kabupaten Wonosobo, diminta mendukung dan berkontribusi aktif dalam Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI).

“Tidak berlebihan kalau kita lebih ekspansif menyerap potensi-potensi yang ada, untuk turut berpartisipasi, baik ASN, BUMN, BUMD dan swasta serta beberapa satuan pendidikan yang ada di Wonosobo, dalam keberpihakan membangun kolaborasi penanggulangan kemiskinan, kebencanaan, tentang stunting, dan program kemanusiaan lainnya, setiap kontribusi memiliki nilai besar bagi mereka yang membutuhkan pertolongan,” tutur Afif, seperti dirilis wonosobokab.go.id.

Menurut Afif, penyelenggaraan Bulan Dana PMI menjadi momentum yang strategis, bagi penyelenggaraan kegiatan kemanusiaan PMI, sehingga sudah sepatutnya didukung semua pihak.

Dia juga mengingatkan, Wonosobo juga menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan, termasuk bencana yang setiap saat bisa terjadi.

Pencanangan Bulan Dana PMI Kabupaten Wonosobo menjadi momentum penting untuk menunjukkan kepedulian terhadap kemanusiaan.

“PMI dapat terus menjalankan misinya dalam memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, baik dalam situasi darurat maupun pembangunan masyarakat secara berkelanjutan,” harap Afif.

Bupati mengapresiasi atas paradigma yang dibangun PMI, dengan luasnya layanan kemanusiaan, meliputi penanganan bencana, kemiskinan, dan stunting.

Termasuk dampak cuaca yang sering kali ekstrem, sehingga mendorong kita semua, termasuk PMI, untuk senantiasa siap siaga dalam melaksanakan aksi-aksi kemanusiaan.

“Hasil dari Bulan Dana PMI tidak hanya bermanfaat bagi institusi PMI sendiri, namun secara nyata dapat dilihat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, sehingga momentum ini saya harap dapat memupuk rasa sosial, rasa kemanusiaan serta kesetiakawanan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonosobo Heru Kurniawan mengatakan, pencanangan Bulan Dana Kemanusiaan merupakan gerakan penggalangan dana yang target utamanya adalah perusahaan.

Adapun nominalnya sesuai dengan kerelaan untuk mendukung kegiatan PMI Kabupaten Wonosobo.

“Bulan Dana PMI Tahun 2025 ini ditetapkan target untuk dapat mencapai setidaknya 1,8 Miliar Rupiah, mengingat pendapatan kotor tahun lalu mencapai 1,6 Miliar Rupiah. Pelaksanaan Bulan Dana PMI tahun 2025 ini akan dilaksanakan selama 3 bulan ke depan, yakni hingga 23 Juli 2025,” terangnya.

Untuk itu, PMI Wonosobo mengajak seluruh pihak berpartisipasi memberikan donasinya secara sukarela. Penggalangan dana nantinya akan dikembalikan pada masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial kemanusiaan.

Heru optimistis, Bulan Dana PMI tahun ini berjalan lancar dan sukses. Adapun kupon dibagi menjadi 3, yaitu kupon Rp2.000 untuk pelanggan air, listrik, dan siswa sekolah dasar; Kupon Rp3.000 untuk kepala keluarga, siswa sekolah menengah pertama, BUMN, dan BUMD, serta kupon Rp 5.000 untuk siswa menengah atas, mahasiswa dan bank.

“Saya tegaskan, bahwa hasil penggalangan dana kemanusiaan ini akan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan, apalagi dana kemanusiaan ini sangat besar artinya bagi mereka yang membutuhkan,” kata dia. (HS-08)

Ajak Generasi Muda Peduli pada Pemilu, Wabup Purworejo Beri Contoh Harga Beras Dipengaruhi Keputusan Politik

Pemkab Kebumen Bakal Berlakukan CFD dan CFN, PKL Dilarang Berjualan di Alun-alun