HALO SEMARANG – Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang, yang berlangsung sejak September 2021 lalu, berhasil meraup pendapatan Rp1,007 miliar lebih. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan perolehan tahun lalu.
Ketua PMI Djarot Supriyoto, mengatakan dana yang diperoleh, akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kepalangmerahan, termasuk membantu korban bencana dan urusan kemanusiaan lainnya.
“Hasil bulan dana itu, juga akan dimanfaatkan untuk membangun klinik PMI, yang direncanakan tahun 2022 mendatang,” kata dia, dalam acara penutupan bulan dana PMI 2021, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, di Ungaran, Rabu (29/12).
Penutupan ditandai penyerahan secara simbolis, perolehan Bulan Dana oleh Ketua PMI kepada Bupati H Ngesti Nugraha. Hadir pada acara itu Forkompimda, pimpinan SKPD dan camat serta undangan lainnya.
Bupati H Ngesti Nugraha, ketika memberikan sambutan memberikan apresiasi atas kerja keras segenap panitia dan partisipasi masyarakat, dalam menyukseskan Bulan Dana PMI.
Menurutnya kepedulian warga di tengah masa pandemi tetap tinggi untuk membantu sesama.
“Meski masih di masa pandemi, namun rasa peduli masyarakat masih sangat tinggi. Semoga perolehan dana tahun depan lebih meningkat lagi,” kata dia, seperti dirilis Semarangkab.go.id.
Bupati juga mengingatkan para pengurus PMI Kabupaten Semarang, untuk menjaga transparansi pemanfaatan dana. Dengan begitu, masyarakat akan terus mendukung kegiatan PMI.
Ditambahkan oleh Djarot, saat ini PMI juga telah menerapkan sistem informasi dan manajemen donor darah (Simdodar) secara online. Lewat aplikasi online ini, masyarakat yang membutuhkan transfusi darah, dapat mengetahui persediaan darah di PMI.
Selain itu juga telah tersusun basis data pendonor yang dapat dihubungi saat dibutuhkan.(HS-08)