HALO BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana mengajak keluarga besar pesantren dan masyarakat, ikut peduli serta mendoakan penanganan bencana kekeringan, yang melanda 54 desa di Banjarnegara, termasuk wilayah Wanayasa.
Ajakan itu disampaikan Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Antardiniyah (Porsadin) ke-8 tingkat Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026, di Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin, Dusun Jamblang, Desa Kubang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Amalia Desiana, dibutuhkan gotong royong dalam penanganan bencana. Selain itu semua pihak harus memperhatikan kelestarian alam, termasuk penghijauan.
“Kondisi ini memerlukan gotong royong kita semua. Mari kita jaga kelestarian alam. Bila ada pohon yang ditebang, harus ada pohon pengganti yang ditanam,” kata dia, seperti dirilis banjarnegarakab.go.id.
Dalam pidato pembukaannya, Amalia Desiana juga mengapresiasi penyelenggaraan Porsadin, sebagai sarana strategis dalam mengasah potensi santriwan dan santriwati.
“Porsadin sangat penting untuk mengasah bakat, minat, sekaligus kompetensi santri. Ilmu agama menjadi fondasi yang mengimbangi kecakapan akademik. Dengan benteng agama yang kokoh, para santri diharapkan berprasangka baik, terutama bijak dalam bermedia sosial,” kata dia.
Sementara itu pembukaan Porsadin ditandai dengan pemukulan genjring atau rebana secara serentak, oleh Bupati Banjarnegara bersama jajaran Forkopimda dan tokoh daerah.
Mereka antara lain Pimpinan DPRD Slamet, Sekda Banjarnegara Hendro Cahyono, Ketua Panitia H Zahid Khasani, Kepala Kantor Kemenag Karyono, Pengasuh PP Raudlatul Mubtadiin Ahmad Adibudin Ahalim, serta Camat Wanayasa Sri Wahyuni.
Perhelatan dua tahunan ini diinisiasi oleh Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Banjarnegara. Tahun ini, kegiatan diikuti kafilah dari 19 kecamatan di Kabupaten Banjarnegara.
Berbagai cabang diperlombakan, mencakup bidang keagamaan dan seni seperti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), azan, pidato bahasa Jawa, baca puisi Islami, kaligrafi, dan cerdas cermat, hingga cabang olahraga seperti bulu tangkis, tenis meja, dan lari cepat.
Seleksi Daerah
Sementara itu, Ketua Panitia Porsadin VIII, KH Zahid Khasani, menyampaikan bahwa ajang Porsadin dirancang sebagai proses seleksi daerah untuk menjaring santri berprestasi yang akan dikirim ke Porsadin VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Tegal pada Oktober 2026, serta ajang tingkat nasional di TMII Jakarta pada November 2026.
“Setelah sukses menjadi tuan rumah tingkat Jawa Tengah pada Porsadin VII tahun 2024, kami berharap tahun ini delegasi Banjarnegara mampu menembus jenjang provinsi hingga ke tingkat nasional,” harapnya.
Antusiasme peserta tampak dari semangat seluruh kafilah sejak registrasi dimulai. Fikri, salah satu santri, mengaku bangga mendapat kesempatan mengikuti ajang Porsadin ini.
“Saya sangat senang terpilih ikut Porsadin. Kami sudah berlatih keras dan ingin membuktikan bahwa santri diniyah bisa berprestasi, baik dalam ilmu agama maupun olahraga,” kata dia.
Ajang Porsadin Kabupaten Banjarnegara akan berlangsung selama dua hari. Panitia menyediakan piala, sertifikat, serta uang pembinaan bagi para juara. (HS-08).


