in

Buka Musyda Pemuda Muhammadiyah, Ini Harapan Bupati Kendal

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto foto bersama Ketua PD Muhammadiyah Kendal, Ikhsan Intizam, beserta tamu undangan dalam acara Musyda Pemuda Muhammadiyah XI di SMP Muhammadiyah 11 Rowosari Kendal, Sabtu (14/10/2023).

HALO KENDAL – Pemuda Muhammadiyah Kendal menggelar hajatan besar empat tahun sekali yaitu Musyawarah Daerah (Musyda) XI dengan mengambil tema “Pemuda Berkeadaban Untuk Kendal Handal Berkemajuan”, yang artinya berikhtiar untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kendal.

Agenda dalam Musyda XI meliputi Laporan Pimpinan periode sebelumnya (Muktamar XVII), penyusunan program untuk pimpinan ke depan, rekomendasi untuk Muhammadiyah dan Pemerintah, serta yang paling ditunggu adalah penyegaran/pergantian Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah.

Musyda diikuti oleh 373 peserta yang merupakan utusan dari Pimpinan Daerah sebanyak 37, Pimpinan Cabang sebanyak 120 dan Pimpinan Ranting sebanyak 216. Sehingga Musyda kali ini dinilai sebagai yang terbesar dalam sejarah Musyda Pemuda Muhammadiyah Kendal.

Dalam Musyda XI, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah menggratiskan biaya SWO dan SWP peserta, karena tujuan dari Musyda XI ini sebagai ajang silaturahmi seluruh Pemuda Muhammadiyah se-Kendal, serta bermusyawarah dengan gembira.

Dalam Pembukaan Musyda XI, hadir Ketua PD Muhammadiyah Kendal, Ustaz Ikhsan Intizam, Lc, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah, A Ghofat Ismail, acara dibuka oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dilanjutkan dengan Pengajian oleh Ustaz Suwondo dari PD Pemuda Muhammadiyah Temanggung.

Adapun usulan calon pimpinan PDPM Periode Muktamar XVIII dalam MUSYDA XI tersebut ada 94 orang yang kemudian diverifikasi oleh Tim Panlih serta ditetapkan menjadi 46 calon tetap dalam Rapimda 2 sebelum acara Pembukaan Musyda.

Ketua PD Muhammadiyah, Ikhsan Intizam dalam sambutannya menekankan kepada ketua dan segenap pengurus Pemuda Muhammadiyah yang terpilih nanti, supaya bisa membangun sinergitas yang lebih baik dengan Pemerintah Daerah, serta memberi ide atau masukan demi kemajuan daerah.

Selain itu dapat memberikan masukan yang membangun untuk pemerintah daerah, serta bergandengan tangan dengan pemerintah untuk memberikan formula yang terbaik.

“Nyalakan semangat roda organisasi, rekrutlah para pemuda yang potensial dan handal agar misi organisasi ini tidak hanya terfokus pada kegiatan dakwah dan solidaritas kebangsaan, tetapi perlu juga untuk merambah ke sektor lain, seperti sektor ekonomi. Alangkah lebih baik jika Kader Pemuda Muhammadiyah memiliki unit usaha serta memiliki binaan UMKM,” pesan Ikhsan Intizam.

Selanjutnya, kata dia, Musyda Pemuda Muhammadiyah ini sebagai agenda rutin organisasi, serta kegiatan yang sangat baik untuk silaturahmi dan kerja sama antarpengurus, dalam melakukan evaluasi terhadap kinerja, serta melahirkan rumusan, rencana, keputusan, dan gagasan baru dalam program kerja kepengurusan
kedepannya.

“Rumuskan langkah-langkah strategis dan konsolidasi pimpinan bagi pengembangan gerakan Pemuda Muhammadiyah di Kabupaten Kendal dalam satu periode. Kembangkan wawasan kebangsaan dan kepemudaan, serta menyusun rekomendasi untuk kemajuan persyarikatan dan peningkatan kemandirian bangsa,” lanjut Ikhsan.

“Semoga dengan adanya Musyda ini, para Pemuda Muhammadiyah dapat berperan sebagai salah satu elemen kekuatan dan dapat berkontribusi dalam memajukan pembangunan Kabupaten Kendal,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dalam sambutannya berharap, Pemuda Muhammadiyah harus mampu mengaplikasikan/meniru filosofi sapu lidi, karena dengan kebersamaan apa yang telah diprogramkan untuk dikerjakan akan lebih mudah dan berhasil.

“Filosofi sapu lidi perlu dijalankan sebab bila hanya satu lidi tidak akan kuat dan bermanfaat, tetapi kalau lidi-lidi tersebut disatukan akan kuat dan bermanfaat. Begitu juga dalam menjalankan roda organisasi harus bisa secara bersama, jangan berjalan sendiri–sendiri,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Bupati, Musyda harus terlaksana dengan baik guna menghasilkan program kerja ke depan, sekaligus mengkaji program apa yang sudah dikerjakan sebelumnya. “Ibarat naik kereta, kalau tidak tahu tujuan akan tersesat,” katanya.

Maka, tujuan Pemuda Muhammadiyah harus tepat dan terarah dalam menghimpun, membina, dan menggerakkan potensi pemuda untuk mencapai tujuan organisasi ke depan, juga mampu menghasilkan program kerja yang dapat memajukan organisasi. Selain itu, juga sebagai upaya meningkatkan kualitas perjuangan Pemuda Muhammadiyah.

“Semoga harapan dan dambakan kita bersama, dapat terwujud dalam rangka mengaktifkan kembali gerakan dakwah Pemuda Muhammadiyah, supaya tetap menjadi pilihan remaja Islam,” imbuh Bupati.

Sebelum membuka Musyda Pemuda Muhammadiyah XI, dirinya mengajak untuk mengawali acara musyawarah dengan niat dan itikad yang baik, dengan menjadikan forum ini sebagai ajang silaturrahmi serta memperkuat semangat kebersamaan di antara keluarga besar Pemuda Muhammadiyah.

“Semoga apa yang menjadi agenda dalam kegiatan dapat berlangsung dengan tertib, lancar dan sukses, serta menghasilkan kepengurusan baru yang amanah dan dapat tersusun program kerja yang sinergis dengan visi misi pembangunan daerah Kabupaten Kendal,” tutup Bupati.(HS)

Tekan Kebocoran PAD, Wali Kota Semarang Launching E-Retibusi

Terima Dukungan Projo, Prabowo: Saya Sepenuh Hati Bersatu dengan Jokowi