HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kendal Tahun 2025 – 2029, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Rabu (14/5/2025).
Dalam sambutannya saat membuka Musrenbang, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, RPJMD merupakan dokumen strategis perencanaan pembangunan lima tahun ke depan dan salah satu sarana partisipasi masyarakat, akademisi, alim ulama dan stakeholder lainnya untuk berkolaborasi membangun Kendal.
“Kami mengharapkan saran dan masukan yang membangun dalam penyusunan RPJMD ini,” ujarnya.
Bupati menyebut, Kendal merupakan daerah dengan berbagai potensi yang cukup dikenal oleh masyarakat luas. Selain industri tumbuh semakin pesat, hasil pertanian dan kekayaan lautnya juga melimpah.
“Perekonomian Kabupaten Kendal terus tumbuh, dengan sektor industri, pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi kontributor utama. Bonus demografi yang diikuti tumbuhnya sektor industri di Kendal, dapat menjadi peluang besar, jika kita dapat mempersiapkan SDM yang unggul dan berdaya saing,” paparnya.
Bupati juga mengungkapkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kendal cenderung menurun sampai tahun 2024 kemarin. Di mana angka kemiskinan sebesar 9,35 persen, masih lebih tinggi dibandingkan angka kemiskinan nasional.
“Oleh karena itu kita perlu upaya ekstra untuk menurukan lagi angka kemiskinan tersebut. Rata-rata lama sekolah tahun 2024 adalah 7,74 tahun atau setara dengan kelas 2 SMP, dan harapan lama sekolah adalah 13 tahun. Rasio Gini Kabupaten Kendal membaik pada tahun 2024, namun upaya terus dilakukan untuk menurunkan rasio gini supaya ketimpangan pendapatan semakin menurun” ungkapnya.
Selanjutnya, Bupati menjelaskan, Kendal memiliki 266 desa di 19 kecamatan, namun baru 33 desa atau sebesar 0,12 persen yang berstatus Desa Mandiri.
Untuk itu pihaknya akan fokus pada pemerataan pembangunan di Kendal. Di mana saat ini sedang berproses program satu Kecamatan satu Desa Unggulan, untuk menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru.
“Terdapat berbagai macam potensi desa, mulai dari agrobisnis, pariwisata, perikanan, dan UMKM yang dapat dikembangkan. Dengan memaksimalkan potensi yang ada ini, diharapkan ekonomi semakin tumbuh dan
pembangunan semakin merata,” jelas Bupati.
Pada kesempatan itu dirinya juga menyebut, meskipun capaian indikator pembangunan Kendal menunjukan tren positif, namun masih terdapat permasalahan atau tantangan yang perlu dituntaskan bersama.
Hal tersebut, lanjut Bupati, dirumuskan menjadi isu strategis, di antaranya, penguatan sektor unggulan daerah belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Akselerasi perwujudan good governance berbasis inovasi.
Selanjutnya, peningkatan kualitas SDM, pengentasan kemiskinan, kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja dengan ketersediaan tenaga kerja, pemenuhan infrastruktur pembangunan dan sarana prasarana yang merata.
Kemudian, peningkatan kualitas lingkungan hidup untuk mewujudkan wilayah yang nyaman untuk dihuni, serta peningkatan kondusivitas wilayah dan penanganan bencana.
“Untuk menyelesaikan isu strategis tersebut pastinya membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari segenap stakeholder, bukan hanya oleh Pemerintah Daerah saja, tapi diperlukan strategi yang efektif dan terstruktur untuk menuntaskan isu strategis tersebut,” beber Bupati.
Ditegaskan, RPJMD Kabupaten Kendal Tahun 2025-2029 disusun dengan mendasarkan pada visi “Bersama Membangun Kendal Semakin Maju, Sejahtera, Adil, Makmur, Lestari dan Berkelanjutan”.
Dalam mewujudkan visi, akan dilaksanakan lima misi, yaitu pertama, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia sesuai kompetensi.
Kedua, tata kelola pemerintah yang efektif, akuntabel, dan inklusif.
Ketiga, pengembangan infrastruktur desa berbasis lingkungan. Keempat, pemberdayaan sektor perikanan, pertanian dan ekonomi masyarakat. Kelima, penciptaan lapangan pekerjaan dan kesempatan usaha yang luas.
“Sesuai dengan misi, maka dirumuskan kebijakan, strategi, dan program-program prioritas pembangunan selama lima tahun ke depan,” tandas Bupati.
Pembukaan Musrenbang dihadiri Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, Jajaran Forkopimda, Pimpinan dan Anggota DPRD Kendal, Kepala Bappeda Jateng, Harso Susilo, Kepala Pusdataru Jateng Henggar Budi Anggoro.
Ada juga tamu undangan dari Kepala OPD di beberapa daerah, diantaranya Kepala Bappeda Kota Semarang, Kepala Barenlitbanda Kabupaten Semarang, Kepala Bappelitbang Batang, Kepala Bappeda Temanggung, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-D.I.Yogyakarta, Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Bodri Kuto Provinsi Jawa Tengah, dan Kepala BPS Kendal.
Musrenbang juga dihadiri Pj Sekda Kendal, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, para Kepala Perangkat Daerah, para Camat se-Kabupaten Kendal dan para Kepala Bagian di lingkungan Setda Kabupaten Kendal serta Kepala Desa se-Kabupaten Kendal. Selain itu juga hadir tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, pengiat ekonomi.
Nampak pula, perwakilan dari organisasi masyarakat, perwakilan dari forum anak, perempuan, disabilitas, organisasi pemuda, serta segenap Tim Penyusun RPJMD Kabupaten Kendal Tahun 2025-2029.(HS)