HALO REMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang mengirim bantuan 7 personil dan 2 unit perahu karet, untuk membantu penanggulangan bencana banjir Demak dan Kudus.
Banjir yang dua wilayah itu, merendam tujuh kecamatan dan menyebabkan 63 ribu jiwa terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan Logistik Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Rembang, Puji Widodo, baru-baru ini mengatakan bencana di dua kabupaten tersebut langsung ditangani oleh BPBD Provinsi Jawa Tengah.
Adapun BPBD sekitar lokasi bencana, diperintahkan untuk bergerak membantu.
“Komandonya dari provinsi, sehingga kami bergabung dengan teman-teman BPBD lainnya. Ada dari Semarang ke timur, diperbantukan ke sini,” tuturnya, seperti dirilis rembangkab.go.id, Senin (12/2/2024).
Dia mengatakan, BPBD Rembang juga mengirimkan perahu karet untuk mengevakuasi korban yang terjebak banjir.
Evakuasi harus dilakukan, karena di beberapa tempat, genangan air sudah mencapai atap rumah.
Dia menyebutkan di wilayah Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, tim evakuasi menghadapi tantangan, karena terdapat arus kencang akibat tanggul sungai di Desa Ngemplik Wetan jebol.
“Kami tiba Kamis sore kembali ke Rembang Jum’at sore. Kami evakuasi warga yang masih berada di atap-atap rumah, sekaligus droping makanan,” ujarnya.
Puji menambahkan tim dari BPBD Rembang, Pati, Jepara dan Blora hanya bisa mengevakuasi warga di wilayah utara Karanganyar.
“Karena keterbatasan personel dan sudah kelelahan , kami melakukan evakuasi mulai kamis sore. Maka Jumat sore tim kami tarik ke Rembang,” kata dia.
Ia mengungkapkan jika ditugaskan, jajarannya siap kembali membantu penanganan banjir Kudus- Demak.
“Senin ini Kepala Pelaksana BPBD Rembang akan berkoordinasi dengan kepala BPBD lainnya. Kalau diperlukan kami siap,” tegasnya.
Jika mengacu data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, banjir melanda 30 desa tersebar di 7 kecamatan, meliputi Kecamatan Karangawen, Kebonagung, Wonosalam, Karangtengah, Gajah, Dempet dan Kecamatan Karanganyar. (HS-08)