HALO KLATEN – Bagi warga Kabupaten Klaten, gempa bumi dahsyat M 5,9 yang meluluhlantakkan Bantul, DIY hingga Klaten, Jateng , 27 Mei 2006 merupakan kenangan buruk yang tidak mudah dilupakan.
Namun kenangan buruk itu pula yang membuat warga setempat, kini lebih bersiaga menghadapi bencana serupa.
Hal itu nampak dalam simulasi penanganan bencana gempa bumi, yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, di Lapangan Desa Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Jumat (26/4/2024).
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2024 itu, melibatkan pula siswa SD, SMP, serta SLB masyarakat setempat, serta para relawan dari berbagai komunitas di wilayah Klaten.
Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, mengatakan simulasi ini digelar sebagai gladi penanganan bencana gempa bumi secara terpadu. Di antaranya dengan pengaktifan seluruh klaster dalam simulasi tersebut.
“Dalam simulasi ini turut disimulasikan seluruh klaster penangan bencana diaktifkan,” kata dia, seperti dirilis klatenkab.go.id.
Ia menjelaskan simulasi penanganan gempa bumi ini digelar di Kecamatan Gantiwarno, karena daerah ini merupakan salah satu yang paling terdampak pada bencana gempa bumi tahun 2006 silam.
“Kegiatan ini sekaligus mengevaluasi kesiapan sekolah tangguh bencana yang telah dibentuk,” ungkapnya.
Pada peringatan Hari Kesiapsiaaan Bencana 2024 tingkat kabupaten ini turut digelar pemukulan kentongan dan membunyikan sirine sebagai bentuk simbolis kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Turut hadir dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2024 Bupati Klaten Sri Mulyani dan Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya, beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasinya kepada BPBD Klaten, masyarakat, serta komunitas relawan yang turut andil dalam simulasi penanganan bencana gempa bumi.
“Simulasi ini sekaligus sebagai pengingat terhadap bencana gempa bumi yang pernah melanda Klaten di tahun 2006. Alhamdulillah Kabupaten Klaten kalau untuk kebecanaan BPBD yang selalu berkoordinasi, yang mempunyai kekuatan relawan/massa yang luar biasa,” kata dia.
Dia juga mengatakan Kabupaten Klaten, kini menjadi pilot project nasional penanggulangan bencana.
“Bagaimana masyarakat, pemerintah daerah, relawan itu selalu menjadi garda terdepan untuk menyelamatkan saat terjadi kebencanaan di Kabupaten Klaten, apapun itu bentuk bencananya,” kata Sri Mulyani. (HS-08)