in

Boyolali Berhasil Miliki 84 Desa Mandiri, Desa Lain Didorong Naik Level

Bupati Boyolali Agus Irawan Memberi Sambutan pada acara Halal Bihalal sekaligus Rakor Kabupaten pada Rabu (8/4/2026). (Foto : boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Desa-desa di Kabupaten Boyolali, saat ini berangsur-angsur meningkat statusnya, menuju mandiri dan tidak ada lagi desa tertinggal atau sangat tertinggal.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, dalam Halalbihalal sekaligus Rakor Kabupaten Tenaga Pendamping Profesional atau yang biasa disebut Tenaga Pendamping Desa, Rabu (8/4/2026), di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali.

Dengan merujuk pada Rekapitulasi Indeks Desa Tahun 2025, Ari Wahyu Prabowo mengatakan bahwa dari total 261 desa, tercatat 84 desa atau 32,18 persen berstatus Mandiri, 124 desa atau 47,51 persen berstatus Maju, dan 53 desa atau 20,31 persen berstatus Berkembang, serta tidak terdapat desa tertinggal maupun sangat tertinggal.

“Dengan capaian tersebut, skor rata-rata indeks desa Kabupaten Boyolali mencapai 75,40,” kata Ari, seperti dirilis boyolali.go.id.

Lebih lanjut dia memaparkan, pada Tahun Anggaran 2025, total dukungan keuangan pemerintah kepada desa mencapai Rp477.451.433.000,00 dengan realisasi sebesar Rp 474.631.319.428,00 atau 99 persen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa tata kelola keuangan desa di Kabupaten Boyolali berjalan efektif, disiplin, dan semakin akuntabel, dengan tingkat penyerapan yang sangat tinggi serta risiko administratif yang semakin terkendali.” jelas Ari.

Koordinator Pendamping Profesional, Alif Basuki, mengatakan jumlah pendamping desa di Boyolali ada 105 orang.

Mereka terdiri atas 6 orang pendamping sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, yang bertugas di tingkat kabupaten; 39 orang yang bertugas di tingkat kecamatan, dan 57 orang bertugas di tingkat desa.

“Saat ini desa-desa semua mengalami penurunan anggaran 60-70 persen, tentunya dengan penurunan anggaran itu keberadaan pendamping desa seharusnya sangat signifikan untuk membantu desa dalam proses pembangunan kedepannya,” ujar Alif.

Bupati Boyolali, Agus Irawan mengatakan keberhasilan ini tak lepas dari peran semua pihak.

Ia berharap kedepannya, kolaborasi yang sudah terjalin akan lebih baik lagi untuk menyatukan visi dan misi bersama meski dengan segala keterbatasan anggaran yang ada.

Orang nomor satu di Kota Susu itu berharap agar kepala desa, perangkat desa dan pendamping desa mampu menciptakan inovasi-inovasi untuk kemajuan desa masing-masing.

“Semoga kedepan tidak butuh waktu lama, nanti kita akan dorong dari aspek pembangunan infrastruktur, pendidikan bahkan kesejahteraan, sehingga nanti desa berkembang bisa naik ke desa maju, dari yang desa maju bisa naik ke desa mandiri,” kata Bupati Agus. (HS-08)

 

 

Wabup Sragen Dorong Perangkat Desa Sampaikan Program Pemerintah kepada Masyarakat

Wujudkan Desa Mandiri, Pemkab Purworejo Dorong Peningkatan Kapasitas Kades