in

BNPT RI Ajak Masyarakat Ikut Lawan Propaganda Radikal di Medsos

Boy Rafli Amar. (Foto : bnpt.go.id)

 

HALO SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak masyarakat, untuk ikut memerangi propaganda dari kelompok-kelompok radikal.

Kepala BNPT RI, Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar, mengatakan masyarakat merupakan kekuatan penting, untuk menghidupkan kembali semangat empat konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Peran masyarakat tersebut sangat krusial, terutama ketika kelompok terorris menggunakan media sosial, dalam menebar propaganda.

Maka dari itu masyarakat harus memiliki kemampuan literasi digital yang kuat, untuk menangkal propaganda radikal. Kemampuan literasi ini juga harus ditularkan ke seluruh lapisan masyarakat.

“Multipihak melakukan literasi, menyakinkan bahwa bangsa Indonesia tidak seperti yang dipropagandakan (kelompok teror) di medsos,” kata Boy Rafli, baru-baru ini seperti dirilis bnpt.go.id.

Dia juga mengajak civil society, untuk menjadikan Pancasila sebagai fondasi dalam berbangsa dan bernegara, moderasi beragama, penguatan budaya, serta mendukung pembangunan kesejahteraan bagi mitra deradikalisasi dan penyintas.

“Di bidang pencegahan kita lakukan penegakan empat konsensus negara kita, kita coba mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencintai bangsanya sendiri,” tegasnya.

Beberapa waktu lalu, BNPT juga menggelar FGD Manipulasi Pikiran dan Pertempuran di Media Sosial, di Jakarta, diikuti oleh para personel lembaga tersebut.

Kepala Biro Perencanaan, Hukum dan Humas, Bangbang Surono, mengemukakan propaganda kelompok radikal melalui media sosial sudah cukup masif dan mengganggu rasa persatuan bangsa Indonesia.

Karena itu BNPT memandang pentingnya memenangkan narasi toleransi dan perdamaian, dalam rangka berperang melawan propaganda narasi intoleransi, radikalisme, dan terorisme, yang banyak beredar di media online khususnya media sosial.

“Propaganda media sosial ini sangat masif. Perang informasi ini bagaikan pisau bermata dua. Dampak negatifnya dapat mengancam stabilitas negara,” kata Bangbang Surono.

Bangbang berharap personel BNPT dapat berpikir kritis dan dinamis, dalam menyikapi propaganda radikalisme dan terorisme yang berlangsung di media online.

“Diharapkan personel BNPT dapat dengan handal dan maksimal dalam menjalankan kontra narasi di dunia maya,” tambahnya

Mendukung ketua tim sekretariat sinergisitas ini, Sendang Wangi selaku narasumber menjelaskan pengguna internet dan media sosial yang tinggi di Indonesia, menjadi problem, di mana penyebaran narasi propaganda negatif yang masif  dapat membahayakan kondisi negara.

“Narasi kebencian banyak banget. Dan dari pihak yang menyebarkan propaganda kebencian tersebut bisa lebih hebat, kondisi ini harus kita waspadai,” katanya.

Kegiatan FGD Manipulasi Pikiran dan Pertempuran di media online, diisi dengan sharing knowledge dan diskusi terkait dampak era digital bagi dunia propaganda; permainan pikiran dan komunikasi; framing dan persuasi; pola narasi dengan hipnotik language; anti hipnotik sebagai jembatan berpikir kritis; serta pertempuran di media online. (HS-08)

Ganjar Dorong Bupati/Walikota Daftar dan Petakan Persoalan Utama Agraria di Daerah

Bantuan Kemanusiaan dari Indonesia Tiba di Pakistan