HALO GROBOGAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemangku kebijakan di Kabupaten Grobogan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.
Bencana-bencana ini dapat terjadi akibat dipicu oleh faktor cuaca buruk, terkait dengan musim hujan.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, seperti dirilis bnpb.go.id, Kamis (15/12/2022), terkait bencana angin kencang yang menyebabkan sepuluh rumah di Kabupaten Grobogan mengalami kerusakan, beberapa waktu lalu.
Kewaspadaan dan kesiapsiagaan, juga penting dimiliki masyarakat dan Pemkab Grobogan, karena menurus analisis kajian inaRISK, wilayah ini memiliki potensi bahaya cuaca ekstrem kategori sedang hingga tinggi.
Terkait kerawanan bencana akibat angin kencang, Pemkab Grobogan dan para pemangku kepentingan lainnya di wilayah itu, perlu memangkas cabang dan ranting pohon, baik di jalan-jalan utama, maupun di permukiman padat penduduk.
PLN juga perlu melakukanpengawasan lebih ketat, terhadap jaringan kabel listrik miliknya. Demikian pula dengan para penyedia jasa layanan telekomunikasi, perlu senantiasa mengecek kondisi jaringan miliknya.
Pengecekan kondisi dan kekuatan struktur baliho dan spanduk di perkotaan, juga perlu dilakukan secara berkala, untuk meminimalisasi potensi bencana susulan, yang dipicu oleh faktor cuaca.
“Pastikan memperoleh perkembangan informasi terkait peringatan dini cuaca dari BMKG dan informasi mengenai penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, TNI, Polri dan lintas instansi lainnya,” kata dia.
Sevelumnya, angin kencang mengakibatkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan Senin (12/12/2022). Peristiwa ini terjadi di Desa Karangsono, Desa Cekel, Desa Telawah dan Desa Jeti, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Tiga rumah di antaranya mengalami rusak berat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan mencatat 10 rumah warga mengalami kerusakan.
Rincian kerusakan mencakup rumah rusak berat 3 unit, dan rusak ringan 7. Selain kerusakan, fenomena angin kencang berdampak pada 10 keluarga. Tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa ini.
Angin kencang tersebut berlangsung saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Merespons kejadian ini, tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Grobogan telah membantu warga terdampak. BPBD dan petugas TNI dan Polri bersiaga untuk mendata dan memastikan warga terdampak terlayani dengan baik.
Tim gabungan juga bergotong royong membersihkan puing dan menata kembali rumah mereka yang terdampak angin kencang. (HS-08)