
HALO SEMARANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan parameter gempa di Jatim, yang semula bermagnitudo (M) 6,2 menjadi M 5,9. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim, telah berkoordinasi dengan 38 wilayah administrasi kabupaten dan kota untuk mendapatkan laporan situasi terkini.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno, mengatakan parameter gempa yang sebelumnya menunjukkan M 6,2, telah dimutakhirkan menjadi M5,9, dengan pusat berada pada 57 km tenggara Kabupaten Blitar, Jatim dan kedalaman 110 kilometer.
Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Selain itu, analisis BMKG terhadap kekuatan guncangan dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, menunjukkan V MMI untuk wilayah Blitar.
Skala V MMI mendeskripsikan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
“Di Karangkates, Sawahan, Ngajuk, Lumajang, Tulungagung, Malang dengan intensitas IV MMI,” kata dia seperti dirilis BNPB.go.id.
Adapun untuk skala III MMI, beberapa wilayah teridentifikasi yaitu Madiun, Banyuwangi, Pasuruan, Ponorogo, Mataram, Trenggalek, Pacitan, Bantul, Sleman, Kulonprogo, Pacitan, Kuta, Denpasar, Gianyar, Lombok Barat, Ngawi, Tabanan, dan Jembrana. Skala III MMI mendeskripsikan getaran dirasakan nyata dalam rumah dan warga merasakan getaran seakan-akan truk berlalu.
Selanjutnya, skala II MMI teridentifikasi di wilayah Mojokerto, Sidoarjo, Kediri, Magelang, Cilacap, Pasuruan, Wonogiri, Klaten, Lombok Tengah, Surabaya, Purworejo, dan Karangasem.
Dilihat dari jenis dan mekanisme gempa bumi, Prayitno mengatakan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa menengah, akibat subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia.
“Hasil analisis BMKG menunjukan bahwa gempa bumi tersebut, memiliki mekanisme sesar naik kombinasi geser atau oblique thrust fault,” ujarnya.
BMKG mencatat gempa susulan hingga Jumat malam (21/5), pukul 20.00 WIB sebanyak dua kali dengan M3,1 dan M2,9.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr Raditya Jati mengemukakan, pascagempa Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, telah melakukan koordinasi dengan BPBD, baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. BNPB juga terus memantau kondisi di wilayah terdampak guncangan gempa. (HS-08)