in

BIB Kemenag Bisa Diakses Dosen PTK, Termasuk Sekolah Tinggi Khonghucu

Sosialisasi BIB di STIKIN Purwokerto, di Kabupaten Banyumas. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO BANYUMAS – Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama, disiapkan bagi para dosen dan civitas academica Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), termasuk di Sekolah Tinggi Khonghucu.

BIB Kemenag disiapkan bagi mereka yang akan melanjutkan studi untuk program S-2 dan S-3.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), pada Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Ruchman Basori, dalam sosialisasi beasiswa dan pengembangan SDM PTK di Sekolah Tinggi Khonghucu Indonesia (STIKIN) Purwokerto, di Banyumas, baru-baru ini.

Ruchman hadir atas undangan Pusat Bimbingan dan Pendidikan (Pusbimdik) Khonghucu, untuk bertemu dengan para dosen dan Tendik STIKIN Purwokerto sebagai satu-satunya perguruan tinggi binaannya.

Saat ini, kurang lebih 6.000 awardee, telah mendapatkan BIB Kemenag sejak 2022. Beasiswa merupakan kebijakan strategis untuk meningkatkan SDM Perguruan Tinggi di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

Doktor Manajemen Kependidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini, berharap para Dosen dan Tendik STIKIN Purwokerto mengambil studi lanjut melalui BIB ke PT Terbaik di negeri ini atau bahkan ke luar negeri.

“Boleh para dosen mengambil studi ke Tiongkok dan negara-negara yang dikehendaki para dosen, agar setidaknya lima dosen dalam setiap program studi bergelar doktor,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.

“Adagium orang miskin dilarang kuliah, harus kita patahkan dengan beasiswa, sehingga akan muncul perubahan paradigma orang miskin harus kuliah,” lanjutnya.

Syarat-sayarat medapatkan BIB Kemenag, lanjut Ruchman, adalah WNI, memiliki kemampuan Bahasa Inggris, IPK, persiapan akademik, daya juang dan daya tahan, serta lolos seleksi.

“Persiapkan sejak dini toefl IPT, kesiapan studi, dan juga mendapatkan LoA dari PT pilihan,” kata Ruchman.

Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Sekretariat Jenderal Kemenag Susari, mengatakan berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 42 Tahun 2016, Pusbimdik Khonghucu mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, standardisasi dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang bimbingan masyarakat dan pendidikan Khonghucu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Susari berharap agar civitas academica STIKIN berbenah secara serius dalam pengembangan kelembagaan, kurikulum dan pembelajaran, sarana dan prasarana dan lain-lain.

“Saya berharap laboratorium pembelajaran Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin dan Si Shu harus diadakan dan tolong diusulkan segera,” katanya.

Ketua STIKIN Purwokerto Yesica Cukarestu, memberikan apresiasi atas kehadiran Kapuspenma Setjen Kemenag, Ruchman Basori dan Kapus Pusbimdik Konghucu Susari.

“Semoga STIKIN tambah maju berkembang menjadi PT terkemuka di negeri ini,” katanya.

“Kami membutuhkan bantuan pendampingan dalam penataan kelembagaan, penambahan prodi dan juga jenjang kepangkatan akademik dosen”, kata Yesica.

Acara dipandu oleh Wakil Ketua I bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan Emma Hadian, MM dihadiri Ketua Yayasan STIKIN Purwokerto, Teddy Hartanto, SH,MH dan sejumlah dosen dan Tendik. (HS-08)

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Semarang

Kemenag Rilis Nama Calon Haji Khusus yang Lunasi Biaya, serta Prosedur Penggantian Menunda Keberangkatan