HALO CILACAP – Pemkab Cilacap berharap corporate social responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP), tidak hanya dilakukan di sekitar pabrik atau tempat produksi, melainkan meluas hingga ke seluruh Kabupaten Cilacap.
Harapan tersebut disampaikan PJ Sekda Cilacap, Sujito, saat membuka acara Sinergitas Forum CSR, untuk Pengelolaan Perikanan Darat Berkelanjutan, di Kabupaten Cilacap, di Aula Bapeda, baru-baru ini.
Menurut dia, wilayah yang membutuhkan pendampingan dalam program CSR, utamanya daerah dengan kategori miskin dan miskin ekstrem.
“Sehingga dapat berkolaborasi mendukung peningkatan ekonomi masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Cilacap,” kata dia, seperti dirilis cilacapkab.go.id.
Disampaikan pula bahwa di Kabupaten Cilacap terdapat ekosistem perairan yang sangat luas dan potensi sumber daya perikanan yang melimpah.
Cilacap juga merupakan jalur migrasi kunci dan habitat bagi ikan sidat, ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dengan potensi tersebut, dibutuhkan kolaborasi pemerintah dan swasta, dalam mengelola sumber daya perikanan secara berkelanjutan, agar dapat memberi manfaat yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut PJ Sekda, Sujito menyampaikan terima kasih kepada para perusahaan yang sudah turut serta berkolaborasi, mendukung pengelolaan dan pengembangan sumberdaya perikanan di Kabupaten Cilacap.
“Kegiatan maupun pendampingan terhadap sejumlah kelompok perikanan, diharapkan dapat berkelanjutan dan terus dikembangkan,” kata dia.
Perwakilan Proyek IFish FAO untuk Kabupaten Cilacap, Enggar Yulia Wardani , menyampaikan kegiatan terselenggara kerja sama antara Pemkab Cilacap bersama Proyek IFish FAO, PT Sucofindo.
IFish merupakan proyek kerja sama Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama FAO, yang didanai GEF, untuk pengarusutamaan nilai-nilai konservasi keanekaragaman hayati perairan darat, dan pemanfaatan berkelanjutan pada praktik perikanan darat.
Upaya ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan barang dan jasa ekosistem, serta kehidupan layak bagi masyarakat lokal yang hidupnya bergantung pada perikanan perairan darat.
“Kegiatan tersebut bertujuan sebagai sarana untuk berdiskusi, menggali informasi dan mensinkronkan, antara potensi perikanan di Kabupaten Cilacap dengan potensi kolaborasi dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP),” ungkapnya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Indarto, mengatakan di Cilacap terdapat 140 jenis ikan, 67 spesies ikan laut dan 73 spesies merupakan ikan darat.
Selain itu Cilacap juga dilalui dua sungai utama, menuju ke Segara Anakan.
“Kondisi tersebut, sangat berpotensi dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik melalui penangkapan ikan, pembudidayaan ikan maupun melakukan pengolahan pascapanen,” jelasnya.
Kepala DLH Cilacap, Sri Murniyati menegaskan Sumber daya perairan sangat penting bagi kehidupan manusia, baik diolah untuk kebutuhan sehari – hari maupun untuk peningkatan ekonomi di sektor perikanan, peternakan dan pertanian.
Badan Usaha harus mengolah limbah sesuai izin yang berlaku dan memastikan tidak mencemari perairan serta bersama – sama dapat menjaga kualitas air.
Sementara itu, Sekretaris Bappeda Cilacap, Imam Jauhari mengungkapkan Forum CSR, bertujuan mewujudkan sinergitas, sinkronisasi dan harmonisasi antara program Pembangunan Pemerintah Daerah dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP), untuk mewujudkan masyarakat Cilacap semakin sejahtera secara merata.
”Untuk tahun 2023 lalu TJSLP/ CSR terelalisasi sebesar Rp 29 miliar lebih, dan untuk tahun 2024 hingga bulan Juni baru Rp 3 miliar lebih.”jelasnya.
Dikatakan, Pelaksanaan Program TJSLP tidak difokuskan pada ring 1 perusahaan, akan tetapi dapat menjangkau seluruh wilayah di kabupaten Cilacap yang masih membutuhkan bantuan TJSLP/ CSR. Perusahan agar tertib dan disiplin melaporkan realisasi pelaksanaan TJSLP kepada Bupati Cilacap melalui aplikasi Sinergi Cilacap di website sinergi.cilacapkab.go.id.
Dalam sesi diskusi, pihak swasta menyambut baik terkait kolaborasi untuk mendukung sektor perikanan dan keberlanjutan ekosistem perairan darat di Kabupaten Cilacap. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat, mengentaskan kemiskinan, memperoleh nutrisi yang baik dari protein hewani ikan dan menjaga ekosistem perairan sebagai habitat ikan.(HS-08).