HALO BLORA – Banyak keunikan ditampilkan warga, dalam karnaval memperingati HUT Ke-77 Kemerdekaan RI di Desa Kamolan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, belum lama ini.
Salah satunya adalah sebuah pikap, yang mengangkut ratusan plastik berisi popcorn atau berondong jagung.
Berondong jagung buatan Jirmanto, pelaku UMKM di dusun Bangeran RT 02/RW 04 Desa Kamolan itu, dikemas dalam bungkusan plastik kecil-lecil, dan kemudian dirangkai rapi untuk menghias kendaraan.
Mobil berondong itu pun memikat perhatian warga, yang penonton dan memadati sepanjang jalan Desa Kamolan. Banyak dari mereka yang kemudian “menyerbu” kendaraan tersebut untuk mendapatkan camilan tersebut.
Jirmanto, pelaku UMKM itu mengaku senang bisa berbagi. “Alhamdulillah bisa ikut menyemarakkan karnaval HUT Ke-77 Kemerdekaan RI di Desa Kamolan, desa tercinta, sekaligus ikut promosi,” kata Jirmanto, seperti dirilis blorakab.go.id.
Di sela-sela kegiatan, Jirmanto menuturkan mulai serius mengembangkan produksi berondong ini saat pandemi Covid-19 melanda negeri ini. Karena itu dia kemudian menyebut produknya sebagai berondong korona.
“Itulah, sehingga muncul istilah brondong korona. Artinya brondong itu diproduksi secara serius saat pandemi Covid-19 melanda,” kata dia.
Jirmanto juga menjelaskan, dia dan kelompoknya memproduksi brondong, karena bahan utamanya, yakni jagung mudah diperoleh di sekitarnya.
Setiap hari dia membutuhkan satu kuintal jagung untuk membuat brondong.
“Masih untung antara bahan baku dan penjualan, banyak yang suka,” kata dia.
Pemrosesannya sudah memiliki peralatan sendiri.
“Untuk harga brondong Rp 6.500/kg. Sedangkan harga jagung bahan brondong berkisar antara Rp 7.000,00 hingga Rp 9.000,00 per kiloggram,” terangnya.
Jirmanto mengaku bersyukur karena untuk pemasaran hingga kini tidak ada kendala.
Selain sudah punya pelanggan tetap, baik pedagang dan toko makanan, juga kerap menerima pesanan dari warga.
“Brondong ini kan makanan yang legendaris, murah meriah, cocok untuk oleh-oleh atau sajian acara keluarga serta menyehatkan,” tambahnya.
Brondong korona buatan Jirmanto juga menjadi kesukaan sebagian generasi milenial untuk cemilan tanpa banyak risiko yang ditimbulkan.
“Rasanya gurih, renyah, tidak terlalu manis dan pas untuk camilan, dan diet,” ucap Rahma, pemuda asal Desa Jepangrejo Kecamatan Blora.
Selama karnaval berlangsung di desa Kamolan, brondong korona buatan Jirmanto laris diserbu warga.
Sementara itu seperti disampaikan blorakab.go.id, jagung dianggap sebagai sayuran dan biji-bijian berasal dari zaman kuno. Ketika biji jagung kering dipanaskan dalam minyak, berubah menjadi popcorn.
Ini tidak hanya dinikmati karena rasanya, tapi juga untuk nilai nutrisinya.
Cara terbaik untuk memakannya adalah tanpa menambahkan rasa apapun.
Camilan ringan ini mengandung serat, antioksidan, vitamin B kompleks, mangan dan magnesium.
Adapun manfaat bagi tubuh, bisa menurunkan berat badan, menurunkan tingkat kolesterol, memperbaiki pencernaan, dan mengendalikan tingkat gula darah.
Selain itu juga mencegah kanker, mendukung pertumbuhan tulang sehat, dan sebagai pengganti gandum atau oatmeal.
Popcorn mengandung zat besi, ramah bagi pengidap diabetes, serta dipercaya dapat mencegah penuaan.
Popcorn juga dipercaya mengobati gejala terkait usia seperti keriput, bintik-bintik penuaan, degenerasi makula dan kebutaan, kelemahan otot, dan rambut rontok.
Popcorn dapat membuat tetap sehat, berkat antioksidan kuat yang ada di dalamnya. (HS-08).