in

Berkunjung ke Purworejo, Irwasda Polda Jateng : Tamu Lain Boleh Masuk, Omicron Jangan

HALO PURWOREJO – Semua pihak perlu mewaspadai dan mencegah masuknya varian baru Covid-19 ke Jawa Tengah, termasuk di antaranya Omicron. Varian ini sudah masuk ke Indonesia, melalui warga negera Indonesia yang baru pulang dari Nigeria, 27 November lalu.

Imbauan untuk mewaspadai penyebaran Covid-19, termasuk varian baru tersebut, disampaikan Irwasda Polda Jateng, Kombes Polisi Untung Sudarto, ketika berkunjung ke Kabupaten Purworejo, Minggu (19/12).

Pada kesempatan itu dia menyampaikan harapan, agar Omricon dan varian baru Covid-19 lainnya, tidak masuk ke Jateng. “Tamu lainnya boleh masuk, namun Omricon jangan sampai masuk Jateng,” kata dia, seperti Tribratanews.polri.go.id, Senin (20/12).

Lebih lanjut disampaikan, Polda Jateng masih akan terus memprioritaskan vaksinasi Covid-19, walaupun di kabupaten atau kota lain sudah ada yang mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) sebesar 70 persen.

“Vaksinasi Covid-19 capaiannya harus semakin meluas. Karena ini menyangkut kesehatan masyarakat, untuk itu menjadi prioritas,” kata dia.

Kombes Pol Untung Sudarto pun memberikan contoh untuk Kabupaten Purworejo. Cakupan vaksinasi Covid-19 untuk wilayah ini sudah mencapai 70 persen. Namun demikian dia tetap meminta Kapolres Purworejo meningkatkan capaian vaksinasi tersebut.

“Vaksinasi Covid-19 perlu dikejar, Kapolres Purworejo melakukan jemput bola, sudah mendata pondok pesantren dan kelompok masyarakat yang membutuhkan vaksin, maka kami segera lakukan,” jelas Irwasda.

Untuk vaksin anak, Polda Jateng akan membantu program pemerintah tersebut. Hanya saja pihaknya sedang merumuskan dan menunggu ketentuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Pihak kami sedang dalam perumusan dan pasti mengikuti ketentuan pemerintah yang diumumkan dua hari yang lalu. Agar tepat dan tidak salah sasaran di mana harus dilaksanakan,” jelas Irwasda.

Menanggapi vaksin Covid-19 yang kedaluwarsa Kombes Pol Untung Sudarto mengatakan hal tersebut tidak mungkin terjadi.

“Kami masih memiliki stok vaksin, jika kurang akan ditambah lagi. Kami menjamin tidak tidak ada vaksin kedaluwarsa disuntikkan kepada masyarakat,” jelasnya. (HS-08)

Presiden Dorong BUM Desa Pacu Usaha-Usaha Baru Masyarakat

36 Unit Kerja Polri Raih WBK dan 4 WBBM