HALO KARANGANYAR – Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto SE MM memberikan semangat pada siswa dan siswi SMKN Jatipuro, untuk meraih kesuksesan, dengan memberi contoh dua raksasa digital, yakni Microsoft dan Apple.
Menurut Rober Christanto, kesuksesan dua perusahaan itu, tidak diraih dalam waktu singkat. Dia mengambil contoh Microsoft, mulai dari pendiri sampai karyawan membutuhkan waktu 11 tahun bekerja keras, untuk bisa menjadi perusahaan besar dan sukses. Adapun Apple Inc membutuhkan waktu 20 tahun.
Suntikan semangat itu, disampaikan Rober Christanto, saat menghadiri Skanja Creativity to be a Champion (Fashion Show), di sekolah itu.
Dia berpesan agar para siswa terus mengembangkan kreativitas, agar beragam produk yang mereka buat bisa diterima oleh masyarakat.
“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Ciptakan sesuatu yang hebat tentu memerlukan ketekunan, kerja keras dan pantang menyerah. Kejarlah mimpi-mimpi anda,” ujar Wakil Bupati Karanganyar, seperti dirilis Karanganyarkab.go.id.
Seperti diketahui, Microsoft Corporation adalah perusahaan multinasional Amerika Serikat, yang berkantor pusat di Redmond, Washington, Amerika Serikat. Perusahaan ini mengembangkan, membuat, memberi lisensi, dan mendukung berbagai produk dan jasa terkait dengan komputer.
Adapun Apple Inc, adalah perusahaan teknologi multinasional, berpusat di Cupertino, California, Amerika Serikat. Perusahaan ini merancang, mengembangkan, dan menjual barang elektronik konsumen, perangkat lunak komputer, dan layanan daring, termasuk telepon selular.
Lebih lanjut Rober mengatakan, Skanja Creativity to be a Champion yang digelar SMKN Jatipuro, merupakan momen untuk menghasilkan karya-karya hebat.
“Event Skanja Creativity, adalah momen untuk menghasilkan karya-karya hebat. Di bidang tata busa, ciptakan baju-baju yang bagus dan menarik. Menjelang Ramadan, ciptakan karya baju-baju muslim yang elegen dan menarik,” kata Rober, yang juga alumnus Pasca Sarjana UMS tersebut.
Untuk diketahui, SMKN Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, memproduksi meja dan kursi cantik dari sampah plastik, kayu, dan logam. Kreativitas ini diasah pihak sekolah, melalui berbagai macam metode pembelajaran, yang memberikan pengalaman belajar yang variatif dan menyenangkan bagi siswa.
Salah satunya dengan menerapkan metode Project Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis proyek. Melalui metode ini, sekolah ingin memberikan pengalaman secara langsung, tentang berbagai ilmu dan keterampilan kepada siswanya. (HS-08)