HALO KENDAL – RSUD Dr Soewondo Kendal menggelar peringatan Hari Ginjal Sedunia yang mengangkat tema ‘Kidney Health for All: Preparing for the unexpected, supporting the vulnerable!’ yang digelar di ruang droppoin RSUD Dr Soewondo Kendal, Kamis (9/3/2023).
Wakil Direktur Umum, Widyo Ertanto, yang mewakili Direktur RSUD dr Soewondo, dr Saikhu menyampaikan, peringaran Hari Ginjal Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan ginjal.
“Diharapkan masyarakat sadar tentang faktor risiko, cara hidup dengan penyakit ginjal, dan mengurangi dampak penyakit ginjal serta masalah kesehatan terkait,” tandas Widyo.
Dirinya menjelaskan, ginjal adalah bagian tubuh yang memainkan peranan penting. Organ ini berfungsi untuk membuang sisa metabolisme dalam tubuh. Sisa metabolisme ini kemudian dikeluarkan melalui urine.
“Selain itu, ginjal juga berfungsi sebagai penyeimbang cairan dalam tubuh. Maka dari itu, penting untuk memiliki ginjal yang sehat supaya tubuh dapat bekerja dengan baik. Selain itu perbanyak minum air putih,” ujarnya.
Widyo juga menyebut, saat ini ada 66 pasien gagal ginjal yang melakukan perawatan secara rutin di RSUD Kendal. Mereka melakukan pemeriksaan dan cuci darah dua kali dalam seminggu.
“Jadi di RSUD Dr Soewondo ada ruang pelayanan yang namanya Instalasi Dialisis, yang melayani cuci darah pasien ginjal, dua hari dalam satu minggu. Dalam sehari melayani 40 pasien yang dibagi dalam dua sesi, yaitu 20 di sesi pagi dan 20 di sesi sore,” bebernya.

Mencegah Penyakit Ginjal
Widyo meambahkan, untuk menghindari penyakit ginjal, perlu diterapkan pola enam hidup sehat dan berperilaku “CERDIK”. Yaitu C atau Cek atau periksa kesehatan secara berkala, E atau Enyahkan asap rokok. Baik perokok pasif maupun perokok aktif sama-sama berisiko untuk mengalami penyakit jantung paru yang dapat menyebabkan beban ginjal yang semakin meningkat.
“Kemudian R atau Rajin aktivitas fisik. Lakukan olahraga yang terukur dan terjadwal minimal 15 menit per hari atau 90 menit semiggu. Selanjutnya, D atau Diet sehat dengan kalori yang seimbang. Mengonsumsi sumber nutrisi yang seimbang dan membatasi konsumsi makanan instan, tinggi garam, gula dan minyak. Dengan mengatur pola makan juga dapat menjaga berat badan yang ideal,” katanya.
“Berikutnya I atau Istirahat yang cukup. Minimal 6-8 jam sehari. Dan yang terakhir K atau Kelola stres. Stres yang berlebihan dapat meningkatkan inflamasi yang berlangsung kronik,” beber Widyo.
Menurutnya, masyarakat dapat melakukan deteksi dini gangguan ginjal melalui pemeriksaan urine di fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dari segi biaya dijamin dalam layanan jaminan kesehatan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Sementara itu, dr Tekky Tjendana spesialis penyakit dalam RSUD Dr Soewondo Kendal dalam pemaparannya mengatakan, Hari Ginjal Sedunia 2023 mengangkat tema ‘Kidney Health for All: Preparing for the unexpected, supporting the vulnerable!’.
Menurutnya, tema ini diusung untuk menyoroti pentingnya mempersiapkan rencana kesiapsiagaan darurat untuk para pengidap penyakit ginjal. Selain itu, tema ini dipilih karena peristiwa bencana, seperti gempa bumi, perang, cuaca ekstrem, dan pandemi, memberikan dampak yang lebih kepada mereka yang mengidap penyakit kronis, seperti penyakit ginjal.
Tekky mengatakan, sulitnya akses, diagnosis, serta perawatan di saat terjadi bencana membuat pengidap penyakit kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
“Untuk itu di Hari Ginjal Sedunia tahun 2023 ini, didorong beberapa hal. Yaitu Pembuat kebijakan perlu mengadopsi strategi kesehatan yang terpadu yang mengutamakan pencegahan, deteksi dini, dan penanganan penyakit kronis,” ujarnya.
“Kemudian Layanan kesehatan harus menyediakan akses yang adil dan tepat untuk merawat pasien kronis pada saat keadaan darurat. Pemerintah harus memasukkan rencana kesiapsiagaan darurat dalam pengelolaan deteksi penyakit kronis dan mendukung pencegahan kondisi ini,” beber dr Tekky.
Selain itu ia berpesan, supaya pengidap harus merencanakan keadaan darurat dengan menyiapkan kit darurat yang mencakup makanan, air, persediaan medis, dan catatan medis.

Peresmian Komunitas Pasien Ginjal
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kendal, dr Abidin dalam sambutannya mengapresiasi dilaunchingnya Komunitas Pasien CKD, “Kendal Kidney Club” yang beranggotakan pasien Ginjal di wilayah Kendal.
Dirinya berharap, dengan adanya komunitas, para pasien pengidap gagal ginjal dapat saling mendukung dan mensupport satu sama lain untuk lebih semangat dalam menjalani hidup.
“Sebelum terbentuk menjadi sebuah komunitas, awalnya, para pasien sendiri-sendiri menghadapi sakit ginjal. Kemudian dibentuklah komunitas ini, untuk saling sharing dan berdiskusi karena mengalami nasib yang sama yaitu mengidap penyakit ginjal kronik yang harus melakukan tindakan cuci darah seumur hidup,” ujar dr Abidin.
Kadinkes Kendal menambahkan, Kementerian kesehatan RI mempromosikan perilaku ‘cerdik dan patuh’ untuk mencegah penyakit ginjal. Di antaranya dengan memeriksa kesehatan secara rutin, rajin beraktivitas fisik, menjalani pengobatan yang tepat dan teratur, dan menghindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik atau zat yang dapat menyebabkan kanker.
“Komitmen kuat dan upaya yang terus menerus untuk mengedukasi masyarakat merupakan tanggung jawab kita bersama. Kontribusi dari seluruh sektor terkait agar masyarakat lebih mengenal faktor risiko dan dapat mencegah terjadinya penyakit ginjal kronis,” imbuh dr Abidin.
Sedangkan Ketua Komunitas Pasien CKD “Kendal Kidney Club”, Muhammad Abdul Affif, dalam testimoninya mengungkapkan, selama ini dirinya sudah menjalani cuci darah selama empat tahun.
Menurutnya, semua yang disarankan dan yang diminta untuk dihindari sudah dilakukan. Bahkan ia mengaku, pelayanan di RSUD Dr Soewondo ini bagus.
“Di sini, perawatan kepada pasien cuci darah sangat bagus. Saya merasa seperti diladeni keluarga sendiri. Para perawatnya ramah-ramah, saya merasa nyaman,” ungkap Abdul Affif.
“Nggak sakit, paling pas suntiknya dimasukkan saja terasa nyeri sedikit selebihnya biasa saja. Bahkan saking enaknya saya pasti sampai tertidur dan mendengkur,” ujarnya, diiringi gelak tawa para pasien Ginjal lainnya.(Advertorial-HS)